Polbangtan Malang Dorong Penyuluhan Pertanian Lebih Efektif dengan Cara Ini
Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Polbangtan Malang menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Perencanaan dan Evaluasi Komunikasi Penyuluhan
MALANG - Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Polbangtan Malang menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Perencanaan dan Evaluasi Komunikasi Penyuluhan”Kamis (21/05/2026) di Diorama Polbangtan Malang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat pertama sebagai bagian dari penguatan kompetensi dalam mata kuliah Komunikasi Penyuluhan.
Kuliah tamu menghadirkan Dr. Tri Susanto, S.I.Kom., M.I.Kom. sebagai narasumber utama. Kehadiran akademisi di bidang ilmu komunikasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan komunikasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian, mulai dari tahap analisis kebutuhan masyarakat hingga evaluasi hasil kegiatan penyuluhan.
Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Penyuluhan, Dr. Ir. Budi Sawitri, SST., M.Si., dalam opening speech menyampaikan bahwa mata kuliah komunikasi penyuluhan memiliki keterkaitan erat dengan berbagai kegiatan praktikum mahasiswa, khususnya pada mata kuliah Pemetaan Potensi Wilayah Pedesaan, Kelembagaan Petani, dan Kebijakan Pembangunan Pertanian.
Menurutnya, mahasiswa nantinya akan terjun langsung melaksanakan kegiatan penyuluhan di desa mitra kerja sama, yakni Desa Randuagung, Kecamatan Singosari. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu memahami bagaimana menyusun strategi komunikasi yang tepat agar pesan penyuluhan dapat diterima secara efektif oleh masyarakat sasaran.
“Perencanaan komunikasi perlu didesain sedemikian rupa agar tujuan penyuluhan pertanian dapat terwujud secara efektif,” ujar Dr. Budi Sawitri.
Dalam pemaparannya, Dr. Tri Susanto menjelaskan bahwa keberhasilan penyuluhan pertanian sangat dipengaruhi oleh kemampuan penyuluh dalam merancang komunikasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Penyuluhan tidak hanya sebatas penyampaian informasi, tetapi juga mencakup proses membangun pemahaman, perubahan perilaku, serta evaluasi dampak program yang telah dijalankan.
“Kegiatan penyuluhan pertanian tidak cukup hanya dilaksanakan di lapangan, tetapi harus diawali dengan perencanaan komunikasi yang matang. Mahasiswa perlu memahami bagaimana melakukan analisis situasi, mengenali kebutuhan sasaran, menentukan strategi komunikasi yang tepat, hingga menyusun tahapan evaluasi untuk mengukur keberhasilan program penyuluhan,” ujar Dr. Tri Susanto.
Tidak hanya menerima materi secara teoritis, mahasiswa juga diajak praktik langsung dalam menyusun rancangan strategi komunikasi penyuluhan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa melakukan simulasi mulai dari identifikasi masalah di masyarakat, penyusunan tujuan komunikasi, penentuan media penyuluhan, hingga penyusunan metode evaluasi kegiatan.
Melalui kegiatan kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya komunikasi dalam mendukung keberhasilan penyuluhan pertanian. Selain memperkuat pemahaman akademik, kegiatan ini juga menjadi bekal awal bagi mahasiswa untuk menghadapi praktik penyuluhan secara langsung di masyarakat desa.(*)
Apa Reaksi Anda?