Pipanisasi TMMD 128 Probolinggo, Jawaban Krisis Air Desa Brabe
TMMD 128 Probolinggo dorong pipanisasi 3 km atasi krisis air bersih Desa Brabe. Progres capai 30 persen, target selesai sebelum penutupan.
PROBOLINGGO - Persoalan air bersih di wilayah pedesaan kerap luput dari sorotan, padahal dampaknya langsung menyentuh kualitas hidup masyarakat. Di Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, persoalan itu selama bertahun-tahun menjadi beban harian warga, terutama saat musim kemarau.
Melalui program TMMD 128 Probolinggo, pendekatan pembangunan mulai bergeser ke kebutuhan paling mendasar. Pipanisasi sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan sumber mata air di Dusun Kloangan, Desa Racek, dengan tandon di Dusun Klagin kini telah mencapai progres 30 persen.
Selama ini, warga Dusun Klagin harus berjalan jauh untuk memenuhi kebutuhan air. Ketergantungan pada sumber alami tanpa sistem distribusi membuat akses air tidak stabil dan menyita waktu, khususnya bagi perempuan dalam rumah tangga.
Pembangunan SPAM ini dirancang menggunakan pipa HDPE berdiameter 2 inci dengan sistem gravitasi. Artinya, air dapat mengalir tanpa bantuan pompa, menjadikannya lebih hemat energi dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Di lapangan, pengerjaan tidak lepas dari tantangan. Medan berbukit dan jalur sempit membuat penggalian dilakukan secara manual. Namun, keterbatasan tersebut justru memunculkan kolaborasi antara Satgas TMMD dan warga.
“Pipanisasi SPAM sudah mencapai 30 persen. Saat ini kami fokus penggalian jalur sepanjang 3 kilometer. Medan memang menanjak, tetapi semangat warga membuat pekerjaan tetap berjalan,” ujar Peltu Fatur Rohman.
Dari sudut pandang pembangunan desa, proyek ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi investasi sosial. Akses air bersih yang lebih dekat berpotensi menekan risiko penyakit, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi beban kerja rumah tangga.
Dengan waktu pelaksanaan yang tersisa, percepatan terus dilakukan. TMMD 128 Probolinggo menargetkan jaringan air bersih ini dapat dimanfaatkan sebelum program ditutup, sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi warga Desa Brabe. (*)
Apa Reaksi Anda?