TMMD 128 Probolinggo Kejar Pipanisasi 3 Km, Solusi Air Bersih Warga
TMMD 128 Probolinggo percepat pipanisasi 3 km untuk atasi krisis air bersih di Desa Brabe. Progres capai 30 persen, target selesai sebelum penutupan.
PROBOLINGGO - Krisis air bersih yang selama ini membebani aktivitas harian warga Desa Brabe, Kecamatan Maron, mulai menemukan titik terang. Program TMMD 128 Probolinggo kini tidak hanya menghadirkan infrastruktur jalan dan hunian layak, tetapi juga menyasar kebutuhan paling mendasar: akses air bersih yang berkelanjutan.
Memasuki awal Mei 2026, progres pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui pipanisasi sepanjang 3 kilometer telah mencapai 30 persen. Jalur pipa ini menghubungkan sumber mata air di Dusun Kloangan, Desa Racek, Kecamatan Tiris, menuju tandon utama di Dusun Klagin, Desa Brabe.
Data lapangan menunjukkan, selama ini warga Dusun Klagin harus berjalan ratusan meter bahkan lebih untuk mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau. Ketergantungan pada sumber air alami tanpa sistem distribusi membuat akses air menjadi tidak efisien dan rentan.
Melalui pendekatan berbasis kebutuhan dasar, TMMD 128 Probolinggo menghadirkan solusi dengan sistem pipanisasi gravitasi. Pipa HDPE berdiameter 2 inci dipilih untuk memastikan aliran air tetap stabil tanpa ketergantungan pada mesin pompa, sekaligus menekan biaya operasional jangka panjang.
Pengerjaan di lapangan tidak berlangsung mudah. Medan perbukitan dengan jalur sempit membuat penggalian harus dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan linggis. Namun, keterbatasan tersebut justru menjadi ruang kolaborasi antara Satgas TMMD dan warga.
Puluhan warga terlibat langsung dalam proses pengerjaan, mulai dari menggali jalur, merapikan parit, hingga menurunkan pipa. Gotong royong menjadi faktor kunci yang mempercepat progres di tengah tantangan geografis.
Anggota Satgas TMMD Ke-128, Peltu Fatur Rohman, menegaskan bahwa capaian 30 persen masih sesuai dengan target yang direncanakan.
“Pipanisasi SPAM dari sumber mata air Dusun Kloangan menuju tandon Dusun Klagin sudah mencapai 30 persen. Saat ini kami fokus pada penggalian jalur sepanjang 3 kilometer. Medan memang menanjak, tetapi dengan semangat warga pekerjaan bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sistem distribusi air yang dibangun tidak hanya berorientasi pada penyelesaian proyek, tetapi juga keberlanjutan manfaat. Dengan memanfaatkan gravitasi, air dapat mengalir tanpa energi tambahan, menjadikannya solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dari perspektif pembangunan desa, proyek SPAM ini mencerminkan pergeseran pendekatan dari sekadar pembangunan fisik menuju peningkatan kualitas hidup masyarakat. Akses air bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga produktivitas ekonomi warga.
Beban kerja rumah tangga, terutama bagi perempuan yang selama ini harus mengambil air dalam jarak jauh, diperkirakan akan berkurang signifikan. Waktu yang sebelumnya habis untuk kebutuhan dasar dapat dialihkan ke aktivitas ekonomi atau pendidikan keluarga.
Partisipasi aktif warga dalam pengerjaan juga memperkuat rasa kepemilikan terhadap fasilitas yang dibangun. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur pasca program TMMD berakhir.
Dengan sisa waktu pelaksanaan yang semakin mendekati penutupan pada 21 Mei 2026, percepatan pengerjaan terus dilakukan. Satgas TMMD optimistis seluruh jaringan pipanisasi dapat rampung tepat waktu dan langsung dimanfaatkan oleh warga.
Jika target tercapai, proyek ini bukan hanya menyelesaikan persoalan air bersih, tetapi juga menjadi fondasi perubahan sosial di Desa Brabe—dari desa dengan keterbatasan akses air, menuju desa dengan sistem distribusi air yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (*)
Apa Reaksi Anda?