Perkuat Peran Penyuluh, Rakor di Sumbawa Barat Pacu Percepatan Swasembada Pangan Nasional

Dalam upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian.

Juli 1, 2026 - 17:00
Perkuat Peran Penyuluh, Rakor di Sumbawa Barat Pacu Percepatan Swasembada Pangan Nasional

SUMBAWA BARAT - Dalam upaya mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat menggelar Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi bagi para penyuluh pertanian untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta mengawal pelaksanaan berbagai program strategis Kementerian Pertanian di tingkat lapangan.

Semangat yang dibangun dalam Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian ini selaras dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dengan penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis dalam mengawal peningkatan produksi, memastikan pemanfaatan sarana produksi seperti pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) berjalan tepat sasaran, serta mendampingi petani dalam menerapkan inovasi dan teknologi pertanian.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penyuluh merupakan aktor utama dalam mempercepat transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

Selain berperan sebagai penyebar inovasi teknologi, penyuluh juga menjadi pendamping petani dalam meningkatkan efisiensi usaha tani, memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta membangun ketahanan usaha tani menghadapi perubahan iklim maupun serangan organisme pengganggu tanaman.

Rakor dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta Wakil Direktur III Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang sekaligus Koordinator Brigade Pangan Provinsi NTB.

Dalam arahannya, Kepala BRMP Provinsi NTB, Hendro Cahyono menekankan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis sebagai penggerak utama dalam mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai indikator penting pencapaian swasembada pangan nasional.

Penyuluh diharapkan mampu mengawal pelaksanaan tanam, memperkuat pendampingan petani, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pelaporan dan pengelolaan data pertanian.

Selain percepatan LTT, Hendro juga mendorong implementasi berbagai program prioritas, seperti Program Modernisasi Pertanian melalui PMAAS dan pemanfaatan aplikasi E-Bamber sebagai bagian dari digitalisasi pendataan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). Menurutnya, meningkatnya penggunaan telepon pintar di kalangan petani menjadi peluang untuk mempercepat transformasi pertanian berbasis teknologi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, menyampaikan bahwa Kabupaten Sumbawa Barat terus berkomitmen mendukung Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Berbagai program pemerintah pusat, mulai dari optimasi lahan (Oplah), rehabilitasi jaringan irigasi, bantuan benih, subsidi panen, hingga penguatan kelembagaan petani terus dioptimalkan guna meningkatkan produktivitas pertanian.

Ia juga mengajak seluruh penyuluh untuk terus memperkuat pendampingan kepada petani, termasuk mendorong tumbuhnya petani milenial di sektor hortikultura. Menurutnya, keberhasilan program pertanian sangat ditentukan oleh sinergi antara penyuluh, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan berbagai tantangan di lapangan.

Dalam pemaparannya, Wakil Direktur III Polbangtan Malang sekaligus Koordinator Brigade Pangan Provinsi NTB, Hamyana, menegaskan bahwa Brigade Pangan menjadi salah satu strategi utama Kementerian Pertanian dalam mempercepat modernisasi pertanian sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

“Brigade Pangan kami dorong menjadi kelembagaan ekonomi petani yang mampu mengelola usaha tani secara modern, profesional, dan berbasis mekanisasi. Melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian, tata kelola yang transparan, serta keterlibatan generasi muda, Brigade Pangan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat luas tambah tanam, dan mendukung terwujudnya swasembada pangan secara berkelanjutan,” ujar Hamyana.

Peserta juga memperoleh materi mengenai percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), optimasi lahan, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, serta implementasi Program Modernisasi Pertanian melalui PMAAS. Program tersebut menitikberatkan pada efisiensi pemanfaatan sumber daya, mekanisasi pertanian, intensifikasi produksi, serta penerapan teknologi budidaya presisi guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow