Mahasiswa UMG Gelar Aksi Cap Tangan untuk Kampanye Anti Narkoba

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 4 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar kampanye anti bullying, antikorupsi, dan antinarkoba.

Juli 1, 2026 - 17:00
Mahasiswa UMG Gelar Aksi Cap Tangan untuk Kampanye Anti Narkoba

GRESIK - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Semester 4 Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menggelar kampanye anti bullying, antikorupsi, dan antinarkoba.

Kampanye itu digelar melalui metode pembelajaran mind mapping yang dikemas dalam Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Utama UMG, Selasa (30/6/2026), itu pun menarik perhatian mahasiswa lain maupun pengendara yang kebetulan melewati jalan depan kampus. Apalagi, mereka melakukan cap tangan di spanduk.

Salah satu mahasiswa, Rizki Amaliyah mengatakan pembelajaran ini menjadi bentuk implementasi pembelajaran luar ruangan kelas karena berbasis praktik.

“Kami tak hanya menyusun mind mapping berdasarkan isu-isu kebangsaan, tetapi juga diskusi, hingga melakukan aksi cap tangan sebagai simbol komitmen menolak penyalahgunaan narkoba, bullying dan juga korupsi,” ujarnya.

Sementara itu, Dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan,  UMG, Fajar Agus Hari Firmansyah mengatakan pembelajaran kewarganegaraan tidak hanya identik dengan teori.

umg
-

“Selama ini mata kuliah pendidikan sering dianggap hanya belajar teori di ruang kelas. Melalui metode mind mapping dan implementasi di luar kelas, mahasiswa diajak memahami persoalan yang terjadi di masyarakat sekaligus melatih cara berpikir kritis, sistematis, dan kreatif,” ujarnya.

Dia menjelaskan, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk membedah isu-isu aktual, mulai dari nilai-nilai Pancasila, pencegahan korupsi, bahaya narkoba, hingga upaya menghentikan praktik perundungan.

“Hasil analisis kemudian dituangkan dalam bentuk mind mapping yang dipresentasikan secara langsung,” ujarnya.

Menurut Fajar, model pembelajaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis persoalan sosial sekaligus menyampaikan gagasan secara terstruktur.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami materi saat ujian, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai antikorupsi, antinarkoba, dan anti bullying dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Sebagai penutup kegiatan, seluruh mahasiswa mengikuti aksi cap tangan di atas media yang telah disiapkan. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menjauhi narkoba. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow