Perempuan Inspiratif, Dr. Dhelya Widasmara Perkuat Edukasi Kulit dan Inovasi Kesehatan

Nama Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp.DT, MMRS kembali menjadi sorotan setelah dirinya terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan “Indonesia’s Beautiful Women 2026”

Mei 29, 2026 - 13:00
Perempuan Inspiratif, Dr. Dhelya Widasmara Perkuat Edukasi Kulit dan Inovasi Kesehatan

MALANG - Nama Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp.DT, MMRS kembali menjadi sorotan setelah dirinya terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan “Indonesia’s Beautiful Women 2026” yang diselenggarakan oleh HighEnd Magazine. Penghargaan ini diberikan kepada perempuan Indonesia yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat melalui karya dan kontribusinya.

Ajang bergengsi tersebut digelar pada 22 April 2026 di MNC Conference Hall, Jakarta, bertepatan dengan perayaan 18 tahun HighEnd Magazine. Mengusung tema “The Essence of Her”, penghargaan ini menghadirkan 12 perempuan inspiratif dari berbagai bidang. Di antara mereka, sosok Dr. Dhelya hadir sebagai representasi perempuan di dunia medis yang aktif menggabungkan praktik klinis dengan edukasi publik.

Bagi Dr. Dhelya, dermatologi tidak sekadar berbicara tentang kesehatan kulit atau estetika semata. Ia memandang kulit sebagai bagian penting yang berkaitan erat dengan kualitas hidup seseorang.

“Kulit bukan hanya soal penampilan. Di dalamnya ada rasa percaya diri, kenyamanan diri, bahkan kesehatan mental seseorang. Karena itu, edukasi menjadi kunci agar masyarakat memahami kulitnya dengan benar,” ujar Dr. Dhelya.

Di era digital saat ini, informasi seputar perawatan kulit berkembang sangat cepat, terutama melalui media sosial. Namun, tidak semua informasi tersebut akurat atau sesuai dengan kondisi individu.

Melihat kondisi ini, Dr. Dhelya mengambil peran aktif sebagai edukator. Ia secara konsisten menyampaikan informasi berbasis medis yang mudah dipahami masyarakat, sekaligus meluruskan berbagai mitos yang kerap beredar.

“Tidak semua yang viral itu benar. Banyak orang tergoda mencoba berbagai produk tanpa memahami kebutuhan kulitnya sendiri. Padahal, penggunaan yang tidak tepat justru bisa memperburuk kondisi kulit,” jelasnya.

Dr. Dhelya Widasmara - 1

Ia juga menyoroti masih adanya stigma terhadap beberapa masalah kesehatan kulit, termasuk keluhan di area sensitif yang sering dianggap tabu untuk dibicarakan. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi langkah awal untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya.

Tak hanya fokus pada edukasi umum, Dr. Dhelya juga memberikan perhatian khusus pada penyakit yang masih kerap terabaikan, salah satunya kusta. Penyakit ini, menurutnya, tidak hanya berdampak secara medis tetapi juga sosial akibat stigma yang melekat.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, ia turut mengembangkan aplikasi KUESTA bersama komunitas RALEPRA yang diluncurkan pada Hari Kusta Sedunia 2025. Aplikasi ini dirancang sebagai sarana skrining awal, edukasi berbasis ilmiah, serta akses informasi kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Edukasi harus bisa menjangkau siapa saja. Dengan teknologi, kita bisa menghadirkan informasi kesehatan yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih inklusif,” ungkapnya.

Penghargaan “Indonesia’s Beautiful Women 2026” menjadi pengakuan atas peran multidimensional Dr. Dhelya—tidak hanya sebagai dokter, tetapi juga sebagai pendidik, peneliti, inovator, dan komunikator kesehatan.

Lebih dari itu, pencapaian ini juga mempertegas makna kecantikan yang lebih luas. Bagi Dr. Dhelya, kecantikan sejati tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga dari kontribusi dan dampak yang diberikan kepada sesama.

“Kecantikan adalah tentang bagaimana kita bisa memberi manfaat, konsisten berkarya, dan membawa perubahan positif, sekecil apa pun itu,” katanya.

Dr. dr. Dhelya Widasmara, Sp.DVE, Subsp.DT, MMRS merupakan dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika dengan subspesialis dermatologi tropik. Ia dikenal aktif dalam praktik klinis, edukasi kesehatan kulit, serta berbagai inovasi berbasis digital di bidang kesehatan.

Selain menjalankan perannya sebagai klinisi, ia juga terlibat dalam penelitian dan pengembangan program edukasi masyarakat, termasuk kampanye kesadaran penyakit kulit dan pengurangan stigma terhadap kusta. Konsistensinya dalam mengedukasi publik menjadikannya salah satu figur dokter yang berpengaruh di bidang kesehatan kulit di Indonesia. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow