Pemkab Lamongan Siapkan Rp 6,2 Miliar untuk BLT Buruh Rokok dan Tani Tembakau

Sebanyak 6.016 buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau di Kabupaten Lamongan ditargetkan menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT tahun 2026.

Juni 29, 2026 - 12:01
Pemkab Lamongan Siapkan Rp 6,2 Miliar untuk BLT Buruh Rokok dan Tani Tembakau

Pemkab Lamongan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6,2 miliar untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini. Nilai tersebut mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan anggaran tahun lalu yang mencapai Rp 12,12 miliar.

LAMONGAN - Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, Galih Yanuar Medi Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan langkah-langkah persiapan yang intensif. Hal ini dilakukan agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Kita masih dalam tahap verifikasi saat ini," ujar Galih, Senin, (29/6/2026).

Lebih lanjut Galih menjelaskan, fokus utama penerima manfaat program ini memang diprioritaskan kepada buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau yang tersebar di wilayah Lamongan. Berdasarkan data terdapat 6.016 calon penerima yang telah terdaftar.

"Per orang rencananya akan menerima bantuan sebesar Rp 1 juta, yakni buruh pabrik rokok dan buruh tani tembakau" ucapnya.

Terkait alokasi anggaran, Galih tidak menampik adanya penyesuaian nilai dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 12,12 miliar, maka tahun ini jumlahnya menjadi Rp 6,2 miliar atau mengalami penurunan sekitar 50 persen.

"Ya memang ada penurunan dari tahun lalu. Meski demikian, kami pastikan bantuan ini tetap menyasar mereka yang paling membutuhkan," katanya.

Galih merinci bahwa terdapat empat pabrik rokok di Kabupaten Lamongan yang menjadi basis utama penerima manfaat program ini. Proses verifikasi calon Kelompok Penerima Manfaat (KPM) terus dikebut agar tidak ada kekeliruan dalam penyaluran.

Sementara itu, mengenai jadwal pencairan, Galih memperkirakan BLT DBHCHT ini baru akan mulai disalurkan kepada para penerima pada triwulan ketiga tahun 2026. Ia berharap, bantuan dari pemerintah ini dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita berharap bantuan ini bisa membawa manfaat dan meringankan beban masyarakat, meskipun nilainya mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan mereka," ujarnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow