Liga Usia Dini Jadi Langkah PSSI Banyuwangi Bangun Industri Sepak Bola
Geliat sepak bola di Banyuwangi dalam beberapa waktu terakhir terus menunjukkan tren positif. Ramainya turnamen, hingga tingginya antusiasme anak-anak mengikuti kompetisi, menjadi sinyal bahwa iklim s
BANYUWANGI - Geliat sepak bola di Banyuwangi dalam beberapa waktu terakhir terus menunjukkan tren positif. Ramainya turnamen, hingga tingginya antusiasme anak-anak mengikuti kompetisi, menjadi sinyal bahwa iklim sepak bola usia dini di Bumi Blambangan tengah berkembang pesat.
Yaps, kondisi itulah yang kini ditangkap apik oleh PSSI Banyuwangi dengan menyiapkan kompetisi berjenjang sebagai langkah membangun industri sepak bola daerah sejak usia dini.
Ketua PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, S.H., M.H., menegaskan komitmennya membangun industri sepak bola di Banyuwangi melalui pembinaan usia dini yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar Liga PSSI Banyuwangi untuk berbagai kelompok umur mulai Juni mendatang.
“Kami sedang menyiapkan Liga PSSI Banyuwangi pada bulan Juni mendatang. Ke depannya pembinaan usia dini ini akan terus kita dorong. Anak-anak harus punya wadah kompetisi yang sehat supaya mereka berkembang dan termotivasi,” kata Michael, Jumat (15/5/2026).
Michael menyebut, kompetisi yang digeber nantinya akan dibuat lebih ramah bagi pemain muda. PSSI Banyuwangi tidak ingin talenta muda dipaksa bermain terlalu banyak dalam satu hari karena berisiko terhadap kondisi fisik dan pertumbuhan mereka.
“Kalau biasanya ada turnamen sampai enam atau tujuh pertandingan dalam sehari, kami tidak mau seperti itu. Maksimal dua atau tiga pertandingan saja supaya anak-anak tetap terjaga kondisinya,” ujarnya.
Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu menilai, pembinaan usia dini harus dilakukan dengan pendekatan jangka panjang, bukan hanya mengejar gengsi turnamen. Karena itu, pihaknya juga mengimbau Sekolah Sepak Bola (SSB) agar lebih selektif mengikuti kompetisi.
Selain fokus pada kualitas kompetisi, PSSI Banyuwangi juga memastikan kegiatan liga nantinya tidak membebani peserta. Seluruh program akan diarahkan gratis tanpa biaya pendaftaran agar lebih banyak anak bisa ikut berpartisipasi.
Pria yang sudah tak asing lagi di dunia si kulit bundar Banyuwangi ini, mengatakan bahwa program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun industri sepak bola daerah sejak dini.
Dia ingin talenta-talenta muda di ujung timur Pulau Jawa ini ke depan mampu bersaing di level nasional hingga mengisi klub-klub profesional di berbagai kasta liga Indonesia.
“Kita ingin anak-anak Banyuwangi punya mimpi menjadi pemain nasional. Kalau pembinaan berjalan baik, mereka bisa bermain di Liga 4, Liga 3, Liga 2, bahkan level yang lebih tinggi. Dari sepak bola itu juga bisa membantu masa depan dan perekonomian mereka,” paparnya.
Sebagai informasi, saat ini PSSI Banyuwangi tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Liga PSSI Banyuwangi.
Sejumlah venue pun mulai disiapkan untuk mendukung kompetisi tersebut, di antaranya Stadion Diponegoro serta Lapangan Alam Indah Lestari (AIL), sambil menyesuaikan kesiapan fasilitas yang tersedia.
Dengan konsep pembinaan yang lebih terarah dan kompetisi yang sehat, PSSI Banyuwangi berharap Banyuwangi tidak hanya dikenal sebagai daerah yang ramai menggelar turnamen, tetapi juga menjadi salah satu lumbung talenta sepak bola nasional dari daerah berjuluk Sunrise of Java. (*)
Apa Reaksi Anda?