Pemkab Jember Raih Predikat WTP, Bupati Sebut Pengelolaan APBD Semakin Baik
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menyandang predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LK
JEMBER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember kembali menyandang predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).
Kepastian raihan tertinggi dalam audit keuangan negara ini diterima langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam acara penyerahan laporan hasil pemeriksaan di kantor BPK.
Fawait didampingi Ketua DPRD Kabupaten Jember beserta jajaran pejabat teras Pemkab Jember, termasuk Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Inspektorat, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Fawait menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini.
Ia menekankan bahwa opini WTP bukan sekadar pengakuan di atas kertas, melainkan sebuah kewajiban moral yang berhasil dituntaskan oleh seluruh jajaran birokrasi.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menyaksikan buah dari kerja keras. Jember berhasil mempertahankan predikat WTP. Saya memandang predikat ini adalah sebuah kewajiban bagi setiap pemerintah kabupaten, namun di sisi lain, ini adalah prestasi nyata dalam pengelolaan APBD Kabupaten Jember yang semakin sehat," ujar Fawait, Jumat (29/5/2026).
Raihan WTP ini menjadi sangat bersejarah mengingat perjalanan panjang tata kelola keuangan Jember yang sempat mengalami masa-masa sulit.
Fawait mengingatkan kembali bahwa beberapa tahun ke belakang khususnya sebelum tahun 2022 Jember sempat terpuruk dengan hanya mendapatkan opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Bahkan pernah berada di titik terendah dengan status Disclaimer (tidak menyatakan pendapat) dari BPK.
Namun, reformasi birokrasi dan komitmen transparansi yang digalakkan dalam beberapa tahun terakhir berhasil membalikkan keadaan.
"Predikat WTP yang kita raih kembali hari ini mengonfirmasi satu hal penting, pengelolaan APBD Kabupaten Jember kini jauh lebih baik, lebih transparan, lebih akuntabel, dan jauh lebih efektif," tegasnya.
Apresiasi terhadap kinerja kepemimpinan Fawait juga terlihat dalam forum terhormat tersebut.
Ia ditunjuk untuk mewakili para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jawa Timur untuk menyampaikan sambutan formal di hadapan BPK.
"Kami Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim pemeriksa BPK yang telah bekerja keras dan maraton sejak bulan Januari hingga hari ini untuk mengawal, memeriksa, dan mengawasi setiap rupiah dalam pengelolaan APBD Kabupaten Jember tahun anggaran sebelumnya," ungkapnya.
"Berharap agar sinergi dan kolaborasi antara Pemkab dan BPK tidak berhenti di sini. Pemkab Jember berkomitmen untuk terus membuka diri terhadap arahan dan pengawalan dari BPK demi menyempurnakan pengelolaan APBD di masa-masa yang akan datang," tambahnya.
Meski menyambut gembira prestasi ini, Fawait mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.
Menurutnya, status WTP bukanlah garis finish dari sebuah pengabdian.
"WTP ini bukan tujuan akhir. Status dan prestasi ini harus kita jadikan sebagai vitamin sebuah energi tambahan bagi Pemkab Jember untuk terus berjuang. Tujuan sejatinya adalah bagaimana APBD Jember ini bisa dirasakan manfaatnya secara konkret, seefektif mungkin digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan yang paling utama adalah untuk pengentasan kemiskinan," paparnya.
Menanggapi adanya riak-riak pro-kontra maupun protes dari segelintir pihak terkait kebijakan anggaran, Fawait menanggapinya dengan tenang.
"Menurut kami, perbedaan pendapat adalah hal yang sangat wajar dan sehat dalam era demokrasi. Namun, ia mengajak semua pihak untuk melihat kemajuan Jember berbasis data dan indikator objektif," bebernya.
Dia memaparkan bahwa efektivitas penggunaan anggaran di Jember telah teruji lewat potret data makro yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Berdasarkan indikator kinerja sepanjang tahun lalu, Jember saat ini sudah berada di jalur yang sangat tepat.
"Jika kami merujuk pada indikator resmi BPS, Jember saat ini tampil sebagai kabupaten dengan performa ekonomi terbaik di seluruh kawasan Tapal Kuda (ujung timur Pulau Jawa). Kita bisa melihat bersama bagaimana pertumbuhan ekonomi kita semakin merangkak naik secara signifikan, yang diiringi dengan pendapatan masyarakat yang melesat tajam," jelasnnya.
Di akhir penyampaiannya, Bupati Jember menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan opini WTP ini adalah kemenangan kolektif seluruh elemen masyarakat Jember.
"Prestasi ini diraih bukan karena kerja satu orang saja. Ini adalah hasil superteam," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?