Pemkab Banyuwangi Dukung Gerakan ‘Run For Rivers’ Sungai Watch

Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memerangi polusi plastik kian solid.

April 7, 2026 - 16:01
Pemkab Banyuwangi Dukung Gerakan ‘Run For Rivers’ Sungai Watch

BANYUWANGI Komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memerangi polusi plastik kian solid. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap aksi ‘Run For Rivers’, sebuah inisiatif ambisius dari organisasi non-pemerintah (NGO) Sungai Watch yang bertujuan memetakan krisis sampah di sepanjang jalur Bali menuju Jakarta.

Gerakan lari jarak jauh ini dimulai pada 4 April 2026 dari Bali dan ditargetkan mencapai garis finis di Jakarta pada Mei mendatang. Tidak sekadar berlari, tim Sungai Watch menjalankan misi lingkungan strategis. Diantaranya yakni, menyisir titik-titik pencemaran, melakukan pembersihan (clean-up), hingga memetakan lokasi pembuangan sampah ilegal (illegal dumping) di setiap daerah yang dilintasi.

Saat melintasi Banyuwangi, tim ‘Run For Rivers’ tidak sendirian. Mereka turun ke sungai di wilayah Kecamatan Kalipuro dan Wongsorejo untuk melakukan aksi bersih-bersih massal yang bersama puluhan elemen masyarakat setempat.

“Banyuwangi menjadi salah satu daerah yang dilalui pada gerakan lari “Run For Rivers” ini. Kami berterima kasih atas kerjasama yang terjalin selama ini, dan dalam gerakan ini Sungai Watch juga melakukan aksi bersih-bersih sungai bersama elemen masyarakat,” kata Ipuk.

Di Banyuwangi, hingga tahun 2025 Sungai Watch telah memasang 80 barrier /jaring sampah dan membersihkan sampah plastik hingga 1000 ton di berbagai sungai daerah.

Sungai Watch juga mendirikan gudang pemilahan dan pencacahan sampah plastik di tiga kecamatan yakni Giri, Rogojampi dan Bangorejo hingga memberikan edukasi tentang pemilahan sampah pada pelajar. 

“Kami juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi Sungai Watch yang selama ini telah membantu Banyuwangi dalam penanganan sampah di daerah,” ujarnya.

Sementara itu founder Sungai Watch Gary Bencheghib menjelaskan bahwa selama perjalanan Run For Rivers, tim melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan pencemaran di seiap daerah yang dilalui, seperti lokasi pembuangan sampah ilegal dan open dumping. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah penanganan yang lebih efektif di masa mendatang.

“Kita juga akan bertemu dengan stakeholder di rute yang kami lalui untuk membahas kemungkinan lebih lanjut tentang permasalahan sampah di wilayahnya, seperti apakah ada solusi yang bisa di scale up,” ujar Gary.

“Setelah sampai di Jakarta kami juga akan bertemu dengan pusat melaporkan hasil pemetaan kami untuk memberikan masukan penanganan sampah,” imbuhnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow