Pemilihan Ketua BEM FH Unpas Memanas, Paslon 1 Usung Tagline 'BERANI' dan 'SEHATI'

Kampanye pasangan calon ini mulai mendapat sorotan di lingkungan mahasiswa karena dinilai membawa pendekatan yang lebih aktif progresif.

Mei 27, 2026 - 09:31
Pemilihan Ketua BEM FH Unpas Memanas, Paslon 1 Usung Tagline 'BERANI' dan 'SEHATI'

BANDUNG - Kontestasi pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Pasundan (Unpas) semakin menarik perhatian mahasiswa. 

Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1 tampil memantapkan langkah politik organisasinya dengan mengusung dua tagline utam 'BERANI' dan 'SEHATI', sebagai identitas gerakan mereka dalam perebutan kursi kepemimpinan BEM FH.

Kampanye pasangan calon ini mulai mendapat sorotan di lingkungan mahasiswa karena dinilai membawa pendekatan yang lebih aktif, progresif, serta dekat dengan kebutuhan mahasiswa Fakultas Hukum. 

Tagline yang mereka bawa tidak hanya menjadi slogan kampanye semata, tetapi juga dirancang sebagai fondasi arah gerak organisasi apabila dipercaya memimpin BEM FH Unpas periode mendatang.

Dalam pemaparannya, tim pemenangan Paslon 1 menjelaskan bahwa kata 'BERANI' memiliki filosofi mendalam yang menjadi inti perjuangan mereka. BERANI merupakan akronim dari Bergerak, Advokatif, Naratif dan Intelektual.

Konsep tersebut dirancang untuk membangun organisasi mahasiswa yang tidak hanya aktif secara simbolik, tetapi benar-benar hadir dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa di lingkungan kampus.

Kontestan paslon no 1 Hafidz Januar Rizky dan Rajwa Khairunnisa kepada TIMES Indonesia mengungkapkan bahwa BEM harus menjadi organisasi yang berani menyuarakan kritik, memperjuangkan hak mahasiswa, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan akademik maupun non-akademik.

“Kami ingin BEM yang berani menyampaikan aspirasi tanpa takut dan sehati menjalankannya bersama mahasiswa,” ujarnya, Selasa (26/5/2026) malam.

Mereka menilai, organisasi mahasiswa saat ini membutuhkan keberanian dalam merespons isu-isu kampus secara objektif dan konstruktif.

Untuk itu, konsep BERANI diarahkan untuk membangun budaya organisasi yang aktif bergerak, mampu melakukan advokasi, kuat dalam narasi intelektual dan menjadi wadah lahirnya pemikiran kritis mahasiswa Fakultas Hukum.

Selain BERANI, pasangan calon ini juga mengusung tagline 'SEHATI' sebagai simbol persatuan dan kolaborasi internal organisasi mahasiswa. 

Tagline tersebut dimaknai sebagai upaya membangun hubungan yang harmonis antara pengurus BEM, mahasiswa, organisasi kemahasiswaan, hingga elemen fakultas lainnya.

Dalam dinamika organisasi kampus, mereka menilai kolaborasi menjadi faktor penting agar program kerja dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Karena itu, konsep SEHATI dihadirkan untuk memperkuat budaya komunikasi dan solidaritas di lingkungan Fakultas Hukum Unpas.

Paslon Nomor 1 berharap mahasiswa tidak hanya melihat kontestasi ini sebagai pemilihan formalitas tahunan, tetapi sebagai momentum menentukan arah gerakan mahasiswa ke depan.

Untuk memperkuat dukungan mahasiswa, Paslon Nomor Urut 1 juga menawarkan sejumlah program unggulan yang diklaim berorientasi langsung pada kebutuhan mahasiswa Fakultas Hukum.

Beberapa program yang menjadi fokus utama mereka antara lain Klinik Advokasi Mahasiswa, dimana Program ini dirancang sebagai ruang pendampingan bagi mahasiswa yang mengalami persoalan akademik, administratif, maupun persoalan kemahasiswaan lainnya.

Klinik advokasi diharapkan menjadi sarana aspirasi sekaligus pendampingan yang mudah diakses oleh mahasiswa.

Kemudian Program Dialog BERANI yang mana Program diskusi mingguan ini akan menjadi forum terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, kritik, dan solusi terhadap berbagai isu kampus maupun isu sosial hukum yang berkembang di masyarakat.

Melalui forum tersebut, mahasiswa diharapkan terbiasa berpikir kritis, argumentatif, serta aktif dalam budaya intelektual kampus.

Serta Program Pendampingan Organisasi yang Inklusif, yang mana Paslon Nomor 1 juga menargetkan terciptanya sistem pendampingan organisasi kemahasiswaan yang lebih terbuka dan kolaboratif.

Mereka ingin memastikan seluruh elemen organisasi mahasiswa di Fakultas Hukum mendapat ruang berkembang secara bersama.

Pasangan calon ini menegaskan bahwa visi utama mereka adalah menghadirkan BEM yang aktif, responsif, serta mampu menjadi jembatan antara mahasiswa dan pihak fakultas.

Menurutnya Mahasiswa Fakultas Hukum membutuhkan organisasi yang tidak hanya aktif ketika momentum pemilihan berlangsung, tetapi konsisten hadir dalam mendampingi dan memperjuangkan kepentingan mahasiswa sehari-hari.

Dengan pendekatan yang menggabungkan keberanian bersikap dan semangat kebersamaan, Paslon Nomor Urut 1 optimistis mampu menarik simpati mahasiswa FH Unpas menjelang pemungutan suara.

Pemilihan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Pasundan sendiri menjadi salah satu momentum penting dalam proses pendidikan demokrasi di lingkungan kampus. 

Kontestasi ini bukan sekadar persaingan program kerja, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan, kepemimpinan, dan partisipasi mahasiswa dalam membangun budaya organisasi yang sehat.

Dengan hadirnya gagasan seperti BERANI dan SEHATI, dinamika pemilihan Ketua BEM FH Unpas dinilai semakin hidup dan memberikan warna baru dalam gerakan mahasiswa kampus.

Mahasiswa kini dihadapkan pada pilihan untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi yang dianggap paling mampu membawa perubahan, memperjuangkan aspirasi, dan membangun solidaritas di lingkungan FH Unpas. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow