Pelayanan Cepat Tim Landis Sektor 3 Madinah untuk Jemaah Haji Lansia

Kepedulian terhadap jemaah haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas terus ditunjukkan oleh petugas di Kota Madinah.

Juni 18, 2026 - 22:30
Pelayanan Cepat Tim Landis Sektor 3 Madinah untuk Jemaah Haji Lansia

MADINAH - Kepedulian terhadap jemaah haji lanjut usia (lansia) dan disabilitas terus ditunjukkan oleh petugas di Kota Madinah. Tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 3 secara aktif mendatangi langsung hotel-hotel jemaah haji Indonesia untuk memberikan pelayanan sekaligus edukasi.

Salah satu aksi cepat ini terlihat saat tim mengunjungi Diwan Rise Hotel, tempat menginap jemaah kloter SOC 70 Embarkasi Banjarnegara. Di kamar 220, petugas Landis mendapati seorang jemaah lansia bernama Karsim Amadyuki yang kondisinya sedang menurun. Tim Landis bersama dokter, Perawat dari Daerah, dan petugas kloter segera memberikan penanganan medis serta membujuknya agar mau makan bubur demi memulihkan kesehatannya.

Kehadiran tim ini mendatangkan rasa syukur yang mendalam bagi pihak kloter. Ketua Kloter SOC 70, Ahmad Rofik Sidqi, menyampaikan apresiasinya atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, jemaah yang membutuhkan perawatan ekstra, terlayani dengan baik. Kami sangat terbantu dengan keberadaan petugas Landis. Visitasi berjalan lancar dan koordinasinya baik,” ucapnya kepada Media Center Haji di Madinah, Kamis (18/6/2026). 

Manfaat nyata dari pelayanan ini juga dirasakan oleh Chairul Anam, jemaah lain yang sempat mengalami stroke. Berkat bantuan petugas, ia tetap bisa beribadah dengan lancar. “Alhamdulillah ibadahnya tercapai. Bisa masuk Raudhoh dengan kursi roda, dibantu petugas,” katanya dengan penuh kegembiraan.

Setiap hari, tim ini intensif melayani 20 hingga 30 jemaah lansia dan disabilitas di berbagai hotel pada fase gelombang kedua ini. Selain memeriksa kesehatan, petugas juga memberikan penyuluhan serta berkoordinasi dengan ketua kloter dan pembimbing ibadah (bimbad).

Koordinator Landis Sektor 3 Daker Madinah, Dicky Azis Gunawan, menjelaskan bahwa ada perubahan fokus strategi pelayanan untuk jemaah gelombang kedua ini.

“Kalau gelombang pertama lebih fokus agar jemaah mampu melaksanakan ibadah, maka di gelombang kedua kita prioritaskan fit to flight. Artinya mereka harus sehat untuk bisa pulang ke tanah air tanpa ada yang tertinggal atau tanazul di akhir,” jelas Dicky.

Untuk mencapai target tersebut, tim memilih bergerak proaktif mendatangi hotel-hotel secara rutin sejak jemaah tiba dari Makkah, alih-alih hanya menunggu laporan yang masuk.

“Kami sudah koordinasi dengan ketua kloter dan dokter kloter sejak awal. Kalau ada yang sakit, langsung ditangani. Kalau belum mampu ke masjid, kami bantu dengan pendorongan bersama bimbad. Tujuannya agar 5-8 hari di Madinah menjadi momentum yang berkesan, baik dari sisi kesehatan maupun ibadah,” tambah Dicky.

Secara umum, Dicky melihat situasi jemaah gelombang kedua di Madinah kali ini jauh lebih stabil karena banyak jemaah yang sebelumnya kurang sehat sudah ditangani dengan baik saat berada di Makkah. “Alhamdulillah, yang datang ke Madinah mayoritas dalam kondisi yang lebih baik. Kalau ada yang sakit, kami segera rujuk ke rumah sakit,” tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow