PBNU Kutuk Serangan AS–Israel ke Iran, Gus Yahya: Berpotensi Picu Konflik Global dan Bangkitkan Radikalisme (FOTO: TIMES Indonesia)

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Ia menilai aksi tersebut merusak tatanan internasional dan berpotensi memicu konflik global.

Maret 3, 2026 - 07:30
PBNU Kutuk Serangan AS–Israel ke Iran, Gus Yahya: Berpotensi Picu Konflik Global dan Bangkitkan Radikalisme (FOTO: TIMES Indonesia)

JAKARTA Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengecam keras serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (27/2/2026).

Dalam pernyataannya yang diterima pada Senin sore (2/3/2026), tokoh yang akrab disapa Gus Yahya itu menilai serangan tersebut sebagai tindakan brutal yang mengancam stabilitas global.

“Serangan AS dan Israel atas Iran adalah tindakan brutal yang kembali merusak tatanan internasional bahkan berpotensi memicu konflik global yang tidak terkendali serta menciptakan alasan bangkitnya kembali radikalisme dan ekstremisme. Saya mengutuk keras,” tegasnya.

Selain mengecam, Gus Yahya juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Imam Ali Khamenei akibat serangan tersebut. Ia mengajak umat Islam dan komunitas internasional untuk mendoakan bangsa Iran agar diberi keteguhan dan kekuatan menghadapi situasi yang semakin kompleks.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam dan mengajak seluruh umat Islam serta komunitas internasional untuk mendoakan Bangsa Iran agar tegar dan mampu melawati kemelut ini dengan selamat,” ujarnya.

Meski demikian, Gus Yahya juga menyoroti tindakan Iran yang sebelumnya melakukan serangan ke sejumlah negara. Ia menilai langkah tersebut turut memperkeruh keadaan dan memperbesar risiko eskalasi.

“Kita semua paham itu kemarahan dan menyasar titik-titik yang diduga menjadi tempat tentara Amerika, namun apa pun, serangan itu justru akan memperburuk situasi,” terangnya.

PBNU, lanjutnya, menyerukan kepada masyarakat internasional untuk berkonsolidasi menegakkan kembali konsensus tatanan global dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai pilar utamanya. Menurutnya, PBB harus dapat menjalankan fungsi sebagai penjaga tatanan internasional secara efektif.

“Kami menyerukan agar PBB diperkuat sehingga mampu menjalankan fungsi sebagai penjaga tatanan internasional secara efektif,” kata Gus Yahya.

PBNU juga mendorong Pemerintah Indonesia agar mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat.

“Kami mendorong Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam mengupayakan deeskalasi konflik menuju resolusi damai yang beradab dan bermartabat. Ini amanat konstitusi kita,” tegasnya.

Ia pun berharap Indonesia memanfaatkan posisinya dalam Board of Panel (BoP) untuk mendesak Amerika Serikat, Israel, dan para aktor yang terlibat agar menghentikan kekerasan dan memilih jalur diplomasi.

“Gunakan posisi strategis itu untuk mendesak penghentian kekerasan dan menempuh jalan damai,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow