Bus Shalawat Siap 24 Jam, Jemaah Haji Diminta Waspadai Suhu Panas Makkah
Pemerintah siapkan 452 armada Bus Shalawat 24 jam di Makkah untuk jemaah haji 2026. Jemaah juga diimbau waspada suhu panas hingga 43 derajat Celsius.
MADINAH - Pemerintah menyiapkan layanan transportasi Bus Shalawat selama 24 jam untuk mendukung mobilitas jemaah haji Indonesia di Kota Makkah selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, Mingu (3/5/2026) menyampaikan bahwa layanan ini disediakan untuk memudahkan jemaah menuju dan dari Masjidil Haram, terutama bagi kelompok lansia, disabilitas, dan perempuan.
Sebanyak 452 armada bus disiapkan untuk beroperasi non-stop, termasuk 52 unit bus hidrolik yang ramah bagi jemaah berkebutuhan khusus. Bus Shalawat melayani 21 rute yang dibedakan berdasarkan kode warna dan nomor.
Jemaah dapat mengakses layanan ini melalui tiga titik pemberhentian utama, yakni Terminal Jiat, Jabal Ka'bah, dan Syib Amir. Untuk memudahkan akses, setiap jemaah telah dibekali kartu panduan rute.
“Petugas haji juga siap mendampingi jemaah kapan pun jika mengalami kesulitan,” kata Maria.
Layanan Bus Shalawat telah beroperasi sejak kedatangan jemaah di Mekah pada 30 April 2026 dan akan terus berjalan hingga masa pemulangan ke Tanah Air.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk mewaspadai kondisi cuaca ekstrem di Makkah yang diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius. Jemaah diminta mengatur waktu aktivitas, memperbanyak konsumsi air, serta menghindari kegiatan berat pada siang hari.
Selain itu, jemaah juga diimbau menggunakan alat pelindung diri dan segera melapor kepada petugas jika mengalami gangguan kesehatan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan haji yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh jemaah selama menjalankan ibadah. (*)
Apa Reaksi Anda?