Pasang Instrumen di Runway, Pemkot Samarinda-Bandara APT Pranoto Tingkatkan Keamanan Penerbangan

Bandara APT Pranoto di Jalan Poros Samarinda-Bontang Sei Siring berencana segera memasang instrumen pendaratan di Runway 04 untuk meningkatkan keamanan penerbangan. ...

Desember 11, 2023 - 23:30
Pasang Instrumen di Runway, Pemkot Samarinda-Bandara APT Pranoto Tingkatkan Keamanan Penerbangan

TIMESINDONESIA, SAMARINDABandara APT Pranoto di Jalan Poros Samarinda-Bontang Sei Siring berencana segera memasang instrumen pendaratan di Runway 04 untuk meningkatkan keamanan penerbangan. Namun, rencana ini menghadapi kendala karena status lahan yang termasuk dalam perkampungan warga.

Oleh karena itu, pengelola Bandara APT Pranoto meminta bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk membebaskan lahan yang diperlukan untuk pemasangan instrumen pendaratan di jalur Runway 04.

Rapat-pembahasan-runway.jpgRapat pembahasan runway Bandara APT Pranoto. (FOTO: Prokompim for TIMES Indonesia)

Sekretaris Daerah Kota (Sekda), Ir H Hero Mardanus Satyawan telah menginstruksikan kepada dinas terkait dan lurah setempat untuk segera melakukan pengukuran dan survei harga tanah yang terdampak oleh perluasan bandara.

“Perluasan bandara ini dianggap sangat penting untuk mendukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu, perlu disiapkan penerbangan malam mengingat lalu lintas udara yang padat di masa depan,” ujarnya.

Dengan perluasan dan peningkatan fasilitas, Bandara APT Pranoto Samarinda diharapkan dapat meningkat statusnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Samarinda Hotmaralitua Manalu menjelaskan, terkait permohonan pembebasan lahan dari Bandara APT Pranoto dalam wawancara dengan media pada Selasa (5/12/23).

Menurut Manalu, Bandara APT Pranoto membutuhkan dukungan Pemkot Samarinda untuk membebaskan lahan yang diperlukan untuk pemasangan peralatan instrumen pendaratan.

"Jadi, dalam rapat pagi tadi, Bandara APT Pranoto meminta bantuan dari Pemerintah Kota agar dapat memasang peralatan instrumen pendaratan di Runway 04. Untuk itu, diperlukan bantuan pembebasan lahan dari Pemkot," ungkap Manalu.

Permohonan pembebasan lahan melibatkan tiga titik lokasi di Runway 04 Bandara APT Pranoto dengan total luas lahan sekitar 20 hektar. Langkah ini diambil dengan tujuan meningkatkan keamanan penerbangan di bandara tersebut.

Hotmaralitua Manalu menjelaskan, pada dasarnya pembebasan lahan diharapkan dapat mendukung pemasangan peralatan yang esensial untuk operasional penerbangan yang aman dan efisien.

Dengan langkah ini, Bandara APT Pranoto berharap dapat memberikan layanan penerbangan yang lebih baik  dan memberikan kepercayaan kepada penumpang terkait keamanan selama penerbangan.

"Pemkot Samarinda akan meninjau permohonan ini dengan seksama untuk memastikan keberlanjutan operasional dan keamanan bandara yang optimal," tandasnya.

Pemkot Samarinda memberikan respons positif terhadap usulan pengelola Bandara APT Pranoto terkait kebutuhan lahan untuk mitigasi hambatan penerbangan serta pemasangan Instrument Landing System (ILS).

Dalam rapat yang melibatkan pihak Dinas Perhubungan Samarinda, pengelola bandara menyampaikan kebutuhan penting dalam menjaga keselamatan operasional penerbangan.

Manalu menyatakan bahwa beberapa elemen seperti pohon, tiang listrik, dan rumah warga yang berada dalam radius kawasan keselamatan operasional penerbangan (KKOP) perlu segera dibersihkan dan dibebaskan.

Ketidakberesan ini, kata dia, jika dibiarkan berpotensi membahayakan penerbangan dan berujung pada penurunan ranking keselamatan penerbangan menurut International Civil Aviation Organization (ICAO). Oleh karena itu, mitigasi tersebut mendapat perhatian serius untuk segera ditangani.

Selain mitigasi hambatan, usulan Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk pemasangan Instrument Landing System (ILS) juga menjadi fokus pembahasan. Meskipun pengajuan ini telah disetujui oleh Distrik Navigasi (Disnav), pemasangan perangkat ini belum dapat dilakukan karena memerlukan pembebasan lahan.

Pemkot Samarinda menyambut baik usulan tersebut dan memberikan arahan kepada pengelola bandara untuk mengirimkan surat resmi kepada wali kota terkait kebutuhan lahan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah kota dalam memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan daerah.

Hotmarulitua Manalu menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti surat tersebut dan melakukan pengecekan lapangan bersama instansi terkait.

“Dengan harapan, perangkat ILS di Bandara APT Pranoto dapat segera terpasang pada tahun mendatang, memperkuat operasional bandara dan mengurangi pengalihan penerbangan ke Balikpapan akibat cuaca buruk di Samarinda,” tutupnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow