Panaskan Surabaya, Killing Me Inside Re:union Tampilkan Debut Lagu Paling Personal
Tampil dengan formasi yang bikin merinding Killing Me Inside (Killms) Re:union hadir dengan ciri khas emo yang memacu adrenalin.
SURABAYA Titik Temu Fest Vol. 1 menjadi saksi sejarah bagi musik rock tanah air. Bukan cuma soal kerinduan massa, tapi Killing Me Inside (Killms) Re:union memilih Kota Pahlawan sebagai tempat menampilkan karya terbaru mereka yang baru rilis Februari 2026.
Tampil dengan formasi yang bikin merinding Killing Me Inside (Killms) Re:union hadir dengan ciri khas emo yang memacu adrenalin.
Band ini memberikan kejutan yang bikin ribuan penonton terdiam sejenak sebelum akhirnya pecah. Mereka membawakan 'Senyawa dan Candu', single anyar yang ternyata baru pertama kali dibawakan secara live di Surabaya.
"Ada single baru yang memang baru banget kita rilis dan baru dibawain tadi. Sebenernya baru pertama kali dibawain juga," ujar Sansan sang vokalis, saat ditemui usai manggung.
Bagi Sansan, lagu ini bukan sekadar rilisan rutin. Ada harapan besar agar fans bisa menangkap pesan di baliknya.
"Harapannya menurut gue kayak biar semua orang ngerelain aja sih. Semua orang kayak ngerti, oh lagunya ini," tambahnya dengan nada yang dalam, seolah mengisyaratkan babak baru bagi mereka.
Jika selama ini reuni hanya dianggap sebagai proyek nostalgia panggung ke panggung, Raka Cyril memberikan konfirmasi yang bakal bikin Street Team nggak bisa tidur nyenyak. Killms Re:union nggak cuma mau main aman dengan single.
"Ke depan rencananya bikin single atau mini album. (Reunion) akan bikin album," tegas Raka.
Kehadiran Raka di posisi gitar memang memberikan stabilitas musik yang selama ini dicari-cari oleh para pendengar setia mereka.
Sementara itu, Onad yang membawakan lagu Senyawa dan Candu terlihat sangat menikmati energinya di Surabaya. Baginya, kunci utama keberlanjutan Killms Re:union bukan lagi soal ambisi industri, melainkan hubungan antar personel.
"Surabaya selalu solid, selalu have fun. Kedepannya yang penting solid. Karena kalau udah berantakan itu menurut gue susah sih, sulit. Yang penting solid gitu aja," ungkap Onad dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos namun jujur.
Pertanyaan besar soal keterlibatan Josaphat Klemens dalam proyek ini juga sempat mencuat. Sansan mengakui bahwa keinginan untuk jalan bareng sang gitaris utama Killms itu selalu ada.
"Masih pengen banget, tapi kayaknya dia sibuk. Tapi kita pengen, kita selalu pengen (bareng Josaphat)," lanjutnya. (*)
Apa Reaksi Anda?