Ngopi Sambil Melukis, Cara Baru Anak Muda Melepas Penat
Meski menu makanan dan minuman di Arthemis Coffee tidak jauh berbeda dengan coffee shop lainnya, konsep seni yang dihadirkan menjadi nilai tambah yang membuat pengunjung ingin kembali datang.
MALANG - Suasana santai berpadu dengan sentuhan seni terasa begitu kental di Arthemis Coffee, sebuah kafe di kawasan Merjosari, Kota Malang.
Tak hanya menawarkan beragam menu kopi, tempat ini juga menghadirkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk menuangkan kreativitas.
Melalui aktivitas melukis di atas kanvas, kafe ini menjadi pilihan menarik bagi mahasiswa dan pecinta seni yang ingin bersantai sekaligus berkarya.
Begitu melangkah masuk ke Arthemis Coffee, pengunjung langsung disambut suasana hangat dengan aroma kopi yang khas.
Cahaya lampu temaram, dekorasi artistik, serta alunan musik yang tenang menciptakan tempat nyaman untuk bersantai setelah padatnya aktivitas sehari-hari.
Namun, yang membuat Arthemis Coffee berbeda dari coffee shop pada umumnya bukan hanya suasananya yang estetik.
Di kafe ini, pengunjung juga dapat mengekspresikan kreativitas melalui aktivitas melukis sambil menikmati kopi dan makanan ringan bersama teman.
Konsep 'Art Cafe' yang diusung Arthemis Coffee menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda dan mahasiswa di Kota Malang.
Berbagai perlengkapan seni seperti kanvas, kuas, cat, hingga kertas gambar disediakan bagi pengunjung yang ingin mencoba melukis secara bebas.
Nara, salah satu pegawai Arthemis Coffee, mengatakan bahwa konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman bersantai yang berbeda bagi pengunjung.
“Di sini pengunjung bisa mengekspresikan diri lewat lukisan. Kami menyediakan kanvas, kuas, kertas seni, dan cat yang bisa di-refill gratis,” ujarnya.
Selain fasilitas melukis, Arthemis Coffee juga menyediakan alat musik seperti piano yang dapat dimainkan pengunjung.
Menurut Nara, suasana nyaman dan fasilitas seni membuat banyak pelanggan betah menghabiskan waktu lebih lama di kafe tersebut.
“Kami selalu berusaha menjaga lingkungan tetap nyaman dan bersih supaya pengunjung merasa betah,” tambahnya.
Kafe yang ramai dikunjungi saat akhir pekan ini biasanya mulai dipadati pengunjung sejak pukul 14.00 WIB hingga malam hari.
Sebagian besar pengunjung datang untuk berkumpul, mengerjakan tugas, hingga mencari tempat healing yang tenang. Nuansa artistik tampak di berbagai sudut ruangan.
Dinding kafe dipenuhi dekorasi seni, sementara beberapa meja dipenuhi pengunjung yang sibuk melukis sambil berbincang santai bersama teman-teman mereka.
Salah satu pengunjung, Nur, mengaku pertama kali mengetahui Arthemis Coffee dari ajakan temannya.
Awalnya, ia datang hanya untuk berkumpul bersama teman. Namun, suasana nyaman di kafe membuatnya kembali datang untuk mengerjakan tugas kuliah.
“Suasananya nyaman dan pengunjung lain juga tenang saat berkarya, jadi cocok untuk mengerjakan tugas. Wi-Fi di sini juga lancar,” ungkapnya.
Sebagai mahasiswa psikologi, Nur menilai tempat seperti Arthemis Coffee penting bagi anak muda untuk meredakan stres di tengah aktivitas perkuliahan.
Menurutnya, kegiatan melukis dapat membantu menyegarkan pikiran sekaligus menjadi media berekspresi tanpa tekanan.
Meski menu makanan dan minuman di Arthemis Coffee tidak jauh berbeda dengan coffee shop lainnya, konsep seni yang dihadirkan menjadi nilai tambah yang membuat pengunjung ingin kembali datang.
Ketika diminta menggambarkan Arthemis Coffee dalam tiga kata, Nur menjawab, “Nyaman, enak, dan menyenangkan.”
Di tengah maraknya coffee shop di Kota Malang, Arthemis Coffee hadir bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga ruang sederhana bagi anak muda untuk beristirahat sejenak, menuangkan kreativitas, dan menikmati suasana hangat melalui seni dan secangkir kopi. (*)
(Pewarta: Sillmy Sulastri Zakia_Mahasiswa Ilkom FISIP UNMER Malang)
Apa Reaksi Anda?