Lewat Penguatan Beasiswa PBSB, Kemenag RI Siapkan Ma'had Aly Jadi Kampus Kader Ulama Berkualitas
Kemenag RI mendorong Ma'had Aly terus berkembang sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang memiliki layanan akademik berkualitas, mahasiswa unggul, serta lulusan yang mampu menjawab tantangan z
JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) terus mendorong Ma'had Aly berkembang sebagai kampus kader ulama yang berkualitas melalui penguatan sistem penjaminan mutu Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).
Upaya tersebut dibahas dalam evaluasi nasional yang diikuti sembilan Ma'had Aly mitra PBSB di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Evaluasi dengan mengundang Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu membahas berbagai aspek penyelenggaraan beasiswa.
Mulai dari proses seleksi, layanan akademik, pembinaan mahasantri, kompetensi dosen, hingga sistem penjaminan mutu di masing-masing lembaga.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag., menegaskan Ma'had Aly harus terus berkembang sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren yang memiliki layanan akademik berkualitas, mahasiswa yang unggul, serta lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan PBSB tidak hanya diukur dari banyaknya penerima beasiswa, tetapi juga kualitas proses pendidikan yang dijalankan oleh setiap Ma'had Aly.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Kemenag, Dr. Ruchman Basori, M.Ag., memaparkan sejumlah hasil evaluasi pelaksanaan PBSB.
Ia menyoroti pentingnya validitas data, tertib administrasi, sinkronisasi pelaporan, serta konsistensi penerapan penjaminan mutu agar penyelenggaraan beasiswa semakin akuntabel dan tepat sasaran.
Sementara itu, Direktur Pesantren Kemenag, Dr. Basnang Said, S.Ag., M.Ag., mengatakan Ma'had Aly memiliki posisi strategis dalam menyiapkan kader ulama yang menguasai khazanah keislaman sekaligus mampu menjawab dinamika masyarakat.
Karena itu, penguatan kelembagaan, peningkatan kualitas dosen, serta pembinaan mahasantri harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan evaluasi sistem penjaminan mutu yang dipimpin Kasubdit Pendidikan Ma'had Aly, Dr. Mahrus, M.Ag.
Dalam arahannya, ia menegaskan Ma'had Aly mitra PBSB diharapkan menjadi percontohan pengembangan pendidikan tinggi pesantren yang mengedepankan budaya mutu dalam tata kelola akademiknya.
Salah satu peserta dari Ma'had Aly At-Tarmasi Pacitan diwakili Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kerja Sama, Zanuar Mubin, menilai forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan beasiswa sekaligus meningkatkan layanan akademik di lingkungan Ma'had Aly.
"Agenda ini sangat penting guna mempersiapkan kader santri yang siap menimba ilmu di Ma'had Aly melalui salah satu skema beasiswa paling diminati di Indonesia. Karena itu, aspek mutu harus menjadi perhatian bersama, mulai dari proses rekrutmen, layanan akademik, hingga pembinaan lulusan," ujar Zanuar.
Kementerian Agama mencatat saat ini terdapat sembilan Ma'had Aly yang menjadi mitra penyelenggara Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).
Kesembilan lembaga tersebut yakni
- Ma'had Aly Kebon Jambu, Cirebon, Jawa Barat (2019)
- Ma'had Aly Hasyim Asy'ari, Jombang, Jawa Timur (2019)
- Ma'had Aly Salafiyah Syafi'iyah, Situbondo, Jawa Timur (2019)
- Ma'had Aly As'adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan (2019)
- Ma'had Aly Sa'idusshiddiqiyah, Jakarta Barat, DKI Jakarta (2020)
- Ma'had Aly Maslakul Huda, Pati, Jawa Tengah (2020)
- Ma'had Aly Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur (2024)
- Ma'had Aly Ma'had Ulum Diniyah Mesjid Raya, Bireuen, Aceh (2024)
- Ma'had Aly Al-Tarmasi, Pacitan, Jawa Timur, yang resmi menjadi mitra penyelenggara PBSB pada 2026.
Sebagian besar Ma'had Aly tersebut menyelenggarakan program PBSB jenjang sarjana (S1).
Beberapa di antaranya juga dipercaya mengelola program PBSB jenjang magister (S2) maupun skema PBSB Double Degree (S2), sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren.
Melalui evaluasi tersebut, Kementerian Agama berharap penyelenggaraan PBSB tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi bagi santri berprestasi, tetapi juga memperkuat kualitas Ma'had Aly sebagai pusat kaderisasi ulama yang mampu melahirkan lulusan berintegritas, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?