Ngabuburit Beda, Band Lokal dan Disparta Kota Batu Menghibur Sekaligus Santuni Anak Yatim

Kegiatan itu memadukan hiburan musik bagi wisatawan sekaligus aksi sosial berupa santunan untuk anak yatim.

Maret 8, 2026 - 20:30
Ngabuburit Beda, Band Lokal dan Disparta Kota Batu Menghibur Sekaligus Santuni Anak Yatim

BATU Suasana Ramadan di Alun-alun Kota Batu semakin semarak dengan gelaran 'Sinergi Ramadan Berbagi' yang diinisiasi komunitas musik bersama Dinas Pariwisata atau Disparta Kota Batu. 

Kegiatan itu memadukan hiburan musik bagi wisatawan sekaligus aksi sosial berupa santunan untuk anak yatim.

Acara tersebut menampilkan sejumlah grup musik lokal yang mengisi panggung hiburan di kawasan alun-alun.

Selain menjadi ruang berekspresi bagi musisi lokal, kegiatan ini juga bertujuan menghibur wisatawan yang tengah menikmati suasana ngabuburit di pusat kota wisata tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas kreatif untuk menghadirkan hiburan sekaligus kepedulian sosial selama Ramadan.

"Melalui sinergi ini kami ingin saling menguatkan. Komunitas musik bisa menyalurkan kreativitasnya, sementara kita juga bisa berbagi kepada sesama, khususnya anak-anak yatim," ujar Onny, Minggu (8/3/2026).

Ia menambahkan, Alun-Alun Kota Batu hingga kini masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan, terutama pada akhir pekan.

Karena itu, kegiatan hiburan seperti pertunjukan musik dinilai dapat menambah daya tarik bagi pengunjung yang datang untuk menunggu waktu berbuka puasa.

"Ketika wisatawan datang untuk ngabuburit, mereka juga mendapatkan hiburan. Hal ini tentu membuat suasana Ramadan di Kota Batu semakin hidup," bebernya.

Dalam acara tersebut, sejumlah grup band dari berbagai komunitas turut tampil menghibur pengunjung. Di antaranya Soundgadenz, Texas, Silverstone, Yogomu, Everlast, Euphoria, Majesty, Senopati, Blue Navy, hingga Scooby.

Mereka berasal dari komunitas musik Berisik (Berekspresi Lewat Musik), Batu Total Independent (BTI), serta Komunitas 90.

Selain pertunjukan musik, panitia juga memberikan santunan kepada 25 anak yatim dari sekitar Alun-Alun dan Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Ketua panitia kegiatan, Sofianto, mengaku bersyukur acara tersebut berjalan lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat maupun wisatawan.

"Kami bangga bisa menghadirkan kegiatan ini. Semua band tampil maksimal dan berhasil menghibur pengunjung. Yang lebih membahagiakan, kami juga bisa berbagi dengan anak-anak yatim," ujarnya.

Brong, sapaannya - menambahkan, kegiatan tersebut juga mendapat kejutan ketika seorang wisatawan asal Tangerang, Banten, secara spontan ikut memberikan santunan kepada anak yatim.

"Ini benar-benar spontan, tidak ada rekayasa. Tiba-tiba ada wisatawan yang ingin ikut berbagi dan naik ke panggung untuk menyerahkan santunan. Anak-anak tentu sangat senang karena mendapat rezeki tambahan," ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus digelar setiap Ramadan, tidak hanya sebagai hiburan bagi wisatawan.

"Tetapi juga sebagai wadah bagi musisi lokal Kota Batu untuk menyalurkan kreativitas sekaligus berbagi kepada sesama," tutupnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow