Emil Dardak Dorong ABN Jadi Pusat Regenerasi Petani Hortikultura Modern

Pemprov Jawa Timur mendukung pendirian Akademi Buah Nusantara di Wonosalam, Jombang, sebagai kampus vokasi buah pertama di Indonesia untuk mencetak SDM hortikultura unggul.

Mei 28, 2026 - 10:31
Emil Dardak Dorong ABN Jadi Pusat Regenerasi Petani Hortikultura Modern

JOMBANG - Pemprov Jawa Timur mendukung pendirian Akademi Buah Nusantara (ABN) di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kampus vokasi buah pertama di Indonesia itu diproyeksikan menjadi pusat pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor hortikultura serta buah tropis yang selama ini dinilai memiliki potensi besar, tetapi belum tergarap optimal.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menerima jajaran pendiri dan pengurus Yayasan Akademi Buah Nusantara di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Timur, Selasa (26/5/2026) sore.

“Jawa Timur menjadi tuan rumah, tentu kami ingin ikut mendukung agar inisiatif ini bisa berjalan dan berkembang dengan baik,” ujar Emil Dardak dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, Kamis (28/5/2026).

Pertemuan itu dihadiri Ketua Dewan Pembina ABN Yusron Aminulloh, penasihat yayasan H. Priyo Effendi, Ketua Yayasan ABN Muhammad As’ad, Ph.D, beserta jajaran pengurus lainnya.

pengurus ABN

Dalam dialog tersebut, Emil menilai Akademi Buah Nusantara memiliki potensi besar sebagai terobosan baru dalam pengembangan sektor buah dan hortikultura Indonesia. Menurutnya, sektor buah tropis selama ini belum dikelola secara maksimal meskipun memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan.

“Saya yakin pendirian ABN ini bisa menjadi pendobrak agar masyarakat mulai melihat buah sebagai sektor yang punya masa depan besar,” ungkap Emil.

Ia menambahkan, pengembangan sektor buah membutuhkan pendekatan pendidikan yang praktikal dan berbasis kebutuhan lapangan. Karena itu, konsep pendidikan vokasi yang diusung ABN dinilai relevan untuk mendukung regenerasi petani modern.

“Kita berharap semakin ada regenerasi petani yang menjunjung tinggi metodologi yang saintifik. Pendekatannya memang harus betul-betul praktikal dan siap terjun,” tegasnya.

Pemprov Jawa Timur juga membuka peluang kolaborasi antara ABN dengan jaringan pendidikan vokasi yang telah ada, termasuk SMK pertanian dan hortikultura di berbagai daerah.

Menurut Emil, integrasi tersebut penting untuk menciptakan jalur pendidikan berkelanjutan mulai tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi vokasi berbasis buah dan hortikultura.

“Nanti bisa dipetakan diferensiasinya dengan pendidikan vokasi yang sudah ada, sehingga ada kesinambungan dan bahkan bisa menjadi jalur calon mahasiswa ABN,” jelasnya.

Ia memastikan Pemprov Jatim siap mendukung pengembangan ABN melalui berbagai strategi kolaboratif di tengah keterbatasan yang ada.

“Jawa Timur jadi sohibul bait, tentu kita akan turut mendukung supaya ini bisa sukses. Makanya perlu strategi kreatif agar kita bisa berkolaborasi untuk mendukung keberhasilan ABN,” tambah Emil.

Sementara itu, pendiri ABN Yusron Aminulloh menjelaskan bahwa Akademi Buah Nusantara dirancang sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengembangan buah-buahan Nusantara berbasis vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar di sektor buah tropis, namun belum mampu bersaing maksimal dengan negara lain seperti Thailand dan Vietnam.

“Akademi Buah Nusantara direncanakan menjadi pusat pendidikan, riset, dan pengembangan buah-buahan Nusantara berbasis vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan pengembangan pertanian tropis Indonesia,” kata Yusron.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan ABN Muhammad As’ad, Ph.D. Ia menyebut pendirian kampus tersebut berangkat dari kebutuhan besar tenaga terampil di sektor hortikultura dan buah tropis.

“Kebutuhan tenaga terampil di sektor buah dan hortikultura sangat besar, terutama tenaga madya yang siap terjun langsung di lapangan,” ujarnya.

Dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, ABN diproyeksikan menjadi pusat pengembangan agroindustri buah yang mampu melahirkan generasi muda kreatif, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Semoga kehadiran Akademi Buah Nusantara di Wonosalam tidak hanya menjadi pusat pendidikan vokasi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi baru di sektor pertanian buah tropis Indonesia,” harapnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow