Mushola Baiturrahim Capai 80 Persen, TMMD Ke-128 Perkuat Sarana Ibadah di Desa Brabe
Pembangunan Mushola Baiturrahim dalam program TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo di Desa Brabe telah mencapai 80 persen dan segera siap digunakan warga.
PROBOLINGGO - Di tengah derap pembangunan infrastruktur desa, program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo juga menaruh perhatian pada kebutuhan spiritual masyarakat. Salah satu wujudnya adalah pembangunan Mushola Baiturrahim di Dusun Leduk RT 17 RW 07, Desa Brabe, Kecamatan Maron, yang kini telah mencapai progres 80 persen.
Bangunan yang kelak menjadi pusat ibadah warga itu saat ini memasuki tahap pemelesteran dan pengacian dinding. Tahapan ini menjadi penentu kualitas akhir bangunan sebelum memasuki proses finishing dan penataan interior.
Bagi masyarakat Dusun Leduk, kehadiran mushola bukan sekadar tambahan fasilitas umum. Ia menjadi ruang bersama untuk memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi, dan menumbuhkan kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Gotong Royong Percepat Pembangunan Mushola
Pengerjaan Mushola Baiturrahim dilakukan secara gotong royong antara personel Satgas TMMD Ke-128 dan warga setempat. Sejak pagi hingga sore, mereka bahu-membahu mengangkut material, mencampur semen, hingga merapikan area pembangunan.
Kopda Kristanto Aji Anggoro dari Yon Zipur 5/ABW Malang yang tergabung dalam Satgas TMMD memimpin langsung pekerjaan di lapangan. Ia memastikan setiap tahapan berjalan sesuai target dan memenuhi standar kualitas bangunan.
“Progres pembangunan Mushola Baiturrahim sudah mencapai 80 persen. Kami fokus menyelesaikan pemelesteran dan pengacian dinding agar hasilnya rapi, kuat, dan tahan lama,” ujar Kopda Kristanto.
Menurutnya, percepatan pembangunan terus dilakukan agar mushola dapat segera dimanfaatkan warga untuk melaksanakan salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Sarana Ibadah yang Menyatukan Warga
Pembangunan mushola menjadi salah satu sasaran fisik strategis TMMD Ke-128 Kodim 0820 Probolinggo. Program ini menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya menyasar jalan, sanitasi, dan rumah warga, tetapi juga fasilitas yang menopang kehidupan spiritual masyarakat.
Warga Dusun Leduk menyambut pembangunan ini dengan antusias. Mereka secara sukarela membantu pengangkutan material dan menjaga kebersihan area kerja setiap hari.
Partisipasi aktif warga memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Dalam konteks TMMD, gotong royong bukan sekadar metode kerja, melainkan nilai yang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
TMMD Bangun Fasilitas, Sekaligus Bangun Kebersamaan
Satgas TMMD optimistis Mushola Baiturrahim dapat selesai sesuai jadwal. Setelah rampung, bangunan ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, dan aktivitas sosial warga Desa Brabe.
Kehadiran mushola tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya menghadirkan struktur fisik, tetapi juga menumbuhkan ruang untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan solidaritas sosial.
Di Dusun Leduk, dinding-dinding Mushola Baiturrahim yang terus dirapikan itu menjadi saksi bagaimana TMMD Ke-128 tidak hanya membangun desa, tetapi juga menghadirkan harapan dan kebersamaan bagi masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?