Menteri Multikultural Queensland Gabung Tausiyah Ramadan, Begini Reaksinya
Menteri Queensland Fiona Simpson merasakan langsung kehangatan Ramadan bersama 400 diaspora Indonesia di Brisbane. Simak kisah kebersamaan dan makna multikultural dari Ifthar Gathering SERAMBI 2026 in
AUSTRALLIA Suasana hangat terasa di aula University of Queensland pada Sabtu (7/3/2026). Lebih dari 400 mahasiswa dan diaspora Indonesia berkumpul dalam Ifthar Gathering SERAMBI 2026, sebuah acara berbuka puasa bersama yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Ramadan di Brisbane.
Di tengah kebersamaan itu, hadir pula tamu istimewa, Fiona Simpson, Menteri Perempuan dan Keamanan Ekonomi Perempuan sekaligus Menteri Multikulturalisme Queensland. Bagi Simpson, pengalaman mengikuti iftar bersama komunitas Indonesia menjadi momen yang berkesan sekaligus memperlihatkan wajah keberagaman Australia yang sesungguhnya.
Malam itu bukan sekadar acara berbuka puasa, tetapi juga pertemuan lintas budaya yang mempertemukan mahasiswa, diaspora, dan masyarakat lokal dalam satu ruang kebersamaan. Simpson terlihat menikmati suasana hangat yang tercipta dari interaksi antarpeserta. Ia menyaksikan bagaimana tradisi Ramadan dijalankan dengan penuh kebersamaan di tengah masyarakat multikultural Australia.
Menurut Simpson, kegiatan seperti ini menunjukkan bagaimana komunitas dari berbagai latar belakang dapat saling terhubung melalui nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Ia menilai iftar bersama bukan hanya tentang makanan atau tradisi, tetapi juga tentang memperkuat persahabatan dan saling memahami satu sama lain.
“Acara buka puasa seperti ini menunjukkan bagaimana berbagai komunitas dapat berkumpul dalam persahabatan dan kemanusiaan bersama, merayakan budaya, keimanan, serta nilai-nilai yang membuat Australia semakin kuat dalam kebersamaan,” ujar Simpson dalam sambutannya.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesan mendalam yang ia rasakan selama mengikuti kegiatan tersebut. Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna spiritual, Simpson melihat bagaimana komunitas Indonesia mampu menghadirkan ruang kebersamaan yang terbuka bagi siapa pun.
Acara ini merupakan bagian dari SERAMBI 2026 (Semarak Ramadan di Brisbane) yang diinisiasi oleh Indonesian Islamic Society Brisbane dan didukung berbagai organisasi mahasiswa Indonesia di Queensland. Kolaborasi tersebut memperlihatkan kuatnya solidaritas komunitas Indonesia di perantauan, sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan antaranggota diaspora.
Bagi Simpson, kehadiran ratusan mahasiswa dan diaspora Indonesia dalam satu acara menunjukkan betapa aktif dan solidnya komunitas Indonesia di Queensland. Ia melihat bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya memperkuat hubungan internal komunitas, tetapi juga membuka ruang dialog dengan masyarakat luas.
Selain mengikuti rangkaian buka puasa bersama, Simpson juga turut menyimak tausiyah Ramadan yang disampaikan dalam acara tersebut. Ia tampak duduk bersama para peserta lainnya sambil mendengarkan pesan-pesan tentang kepedulian sosial dan pentingnya menjaga kebersamaan.
Bagi Simpson, tausiyah tersebut memberikan gambaran tentang nilai spiritual yang menjadi inti dari Ramadan. Kehadirannya dalam sesi tausiyah itu menunjukkan ketertarikannya untuk memahami tradisi dan nilai-nilai yang hidup dalam komunitas Muslim Indonesia.
Suasana hangat semakin terasa ketika para peserta berbagi cerita, makanan, dan pengalaman hidup sebagai diaspora di negeri orang. Simpson menilai momen-momen sederhana seperti ini memiliki arti besar dalam membangun rasa saling memahami di tengah masyarakat multikultural.
Bagi komunitas Indonesia sendiri, kehadiran Simpson menjadi bentuk pengakuan sekaligus dukungan terhadap kontribusi diaspora dalam kehidupan sosial di Queensland. Kehadiran seorang menteri negara bagian dalam kegiatan komunitas memberikan pesan bahwa keberagaman budaya adalah kekuatan yang dirayakan bersama.
Ifthar Gathering SERAMBI 2026 pun meninggalkan kesan tersendiri tidak hanya bagi Simpson namun seluruh tamu yang hadir. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Ramadan tidak hanya dirayakan di negara-negara mayoritas Muslim, tetapi juga dapat menghadirkan kehangatan dan persaudaraan di tengah masyarakat multikultural seperti Australia. (*)
Apa Reaksi Anda?