Menu MBG Berisi Lele Mentah di SMAN 2 Pamekasan, Kepala Sekolah: Baunya Sangat Amis

Kisruh program Makan Bergizi Gratis kembali terjadi. SMAN 2 Pamekasan menolak 1.022 paket MBG setelah ditemukan menu berisi lele mentah dalam kotak makanan siswa.

Maret 10, 2026 - 11:30
Menu MBG Berisi Lele Mentah di SMAN 2 Pamekasan, Kepala Sekolah: Baunya Sangat Amis

PAMEKASAN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah beberapa kasus kualitas menu muncul di berbagai daerah. Terbaru, SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menolak 1.022 porsi paket MBG karena berisi ikan lele mentah, bahkan disebut masih ada yang hidup di dalam kotak makanan.

Paket MBG tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, pada Senin (9/3/2026). Paket itu merupakan jatah konsumsi siswa untuk tiga hari, mulai Selasa hingga Rabu.

Kepala SMAN 2 Pamekasan Moh Arifin mengatakan, pihak sekolah memutuskan menolak menu tersebut karena kondisi makanan dinilai tidak layak dikonsumsi.

Dalam satu kotak makanan, terdapat ikan lele mentah yang dicampur dengan dua potong tahu dan dua potong tempe. Kondisi ikan tersebut dinilai menimbulkan bau amis dan berpotensi cepat membusuk.

“Ada dua iris tempe dan tahu. Ikan lelenya mentah, amis, bahkan ada yang masih bergerak di dalam kotak plastik,” kata Arifin dalam video yang viral di media sosial.

Menurutnya, keputusan mengembalikan paket MBG diambil untuk menghindari risiko kesehatan bagi siswa. Selain itu, pihak sekolah khawatir makanan tersebut tidak akan dibawa pulang oleh siswa dan justru mencemari lingkungan sekolah.

“Baunya sangat amis dan siswa juga tidak ingin menerimanya,” ujarnya.

Arifin menambahkan, pihak sekolah telah menghubungi SPPG terkait untuk menyampaikan kondisi tersebut serta meminta perbaikan pada kualitas menu yang didistribusikan.

Sementara itu, Ahli Gizi SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil, menyampaikan permohonan maaf.

“Kami meminta maaf. Dengan adanya penolakan ini, kami akan terus mengevaluasi diri dan melakukan perbaikan,” kata Fikri.

Ia menjelaskan, penggunaan lele marinasi mentah dalam menu tersebut bertujuan menjaga kandungan gizi makanan. Menurutnya, metode tersebut dinilai dapat mempertahankan nilai gizi lebih baik dibandingkan ikan yang dimasak berulang kali.

“Lele marinasi itu bisa bertahan satu hari. Kami sudah melakukan uji coba di dapur,” ujarnya.

Meski demikian, Fikri membantah adanya ikan lele yang masih hidup dalam paket makanan yang didistribusikan ke sekolah.

“Saya sudah mengecek juga ke peternak lele. Tidak ada lele yang masih hidup saat didistribusikan,” katanya. (*)

 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow