Pasar Murah di Kota Malang Ricuh, Warga Geram Hingga Pagar Kantor Kecamatan Roboh

Pasar Murah yang digelar oleh Pemkot Malang di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Selasa (10/3/2026) pagi ini mendadak ricuh.

Maret 10, 2026 - 16:00
Pasar Murah di Kota Malang Ricuh, Warga Geram Hingga Pagar Kantor Kecamatan Roboh

MALANG Pasar Murah yang digelar oleh Pemkot Malang di Kantor Kecamatan Kedungkandang, Selasa (10/3/2026) pagi ini mendadak ricuh. Kericuhan terjadi karena membludaknya warga yang ingin membeli bahan-bahan sembako yang dijual murah oleh Pemkot Malang.

Pantauan di lapangan, kericuhan terjadi saat antrean warga saling serobot dan membuat kemacetan di jalan poros utama tersebut.

Kericuhan semakin menjadi saat pihak Pemkot Malang melalui Diskopindag dan Kecamatan Kedungkandang mengumumkan bahwa paket sembako tersebut telah ludes terjual.

Alhasil, ratusan warga yang masih belum mendapatkan paket sembako murah tersebut marah. Mereka saling dorong dan berteriak. Bahkan, pagar Kantor Kecamatan Kedungkandang sampai roboh.

“Mana ini Camatnya, katanya buat semua warga Kedungkandang. Kami datang daritadi malah gak dapat apa-apa, pembohong semua,” teriak salah satu warga yang antre berdesakan dan meluapkan emosinya.

Disisi lain, salah satu warga Kelurahan Baran, Kecamatan Kedungkandang yang mengantre sejak pagi tadi mengaku sangat kecewa. Ia rela antre dibawah teriknya matahari saat bulan puasa, namun tak mendapatkan apa-apa.

“Katanya satu kecamatan (dapat sembako murah). Tapi ini gak dapat apa-apa, mana tanggungjawabnya kepada warga,” ungkap Cucun.

Kericuhan pun semakin menjadi-jadi. Desak-desakan antar warga terus terjadi hingga ada yang terinjak-injak hingga dilaporkan ada yang pingsan.

Pihak Satpol PP Kota Malang yang berjaga pun terus berusaha menetralkan situasi dan memahamkan warga bersama pihak kecamatan untuk tenang, karena sebagian dari mereka tak mendapatkan apa-apa.

Terpisah, Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantari menyebut bahwa pasar murah ini digelar demi memenuhi kebutuhan masyarakat. Terutama, bahan-bahan pokok yang harganya melonjak jelang Lebaran 2026, demi menekan inflasi yang terus merangkak naik.

Eka menuturkan, pihaknya menyediakan setidaknya 1.300 paket sembako murah untuk dijual ke warga Kecamatan Kedungkandang. Namun, paket yang tersedia ternyata masih kurang.

“Harganya per paket itu Rp150 ribu, karena dapat subsidi jadi masyarakat menebus Rp50 ribu saja. Untuk pasar murah kita gelar di 5 Kecamatan,” ucapnya.

Sebagai informasi, sebelum digelar di Kecamatan Kedungkandang, Pasar Murah sudah dilaksanakan di Kecamatan Lowokwaru. Kondisi serupa juga telah terjadi di Lowokwaru. Meski begitu, belum ada evaluasi pasti terkait peristiwa tersebut.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow