Semangat Tadarus di Tengah Banjir, Siswa SD di Aceh Tamiang Terima 64 Mushaf Al-Quran Baru
Di bulan suci Ramadan, bantuan tersebut disalurkan oleh Lazismu saat melakukan kunjungan kemanusiaan ke wilayah Aceh Tamiang yang terdampak banjir pada Senin (9/3/2026).
ACEH Semangat belajar dan beribadah para siswa sekolah dasar di tengah kondisi pascabencana banjir menjadi pemandangan mengharukan di Kota Lintang, Kabupaten Aceh Tamiang.
Di bulan suci Ramadan, puluhan pelajar SD menerima bantuan mushaf Al-Quran baru yang diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat tadarus dan pembelajaran agama.
Bantuan tersebut disalurkan oleh Lazismu saat melakukan kunjungan kemanusiaan ke wilayah terdampak banjir pada Senin (9/3/2026).
Sebanyak 64 mushaf Al-Quran diberikan kepada siswa-siswi SD Negeri Kota Lintang sebagai bagian dari program dukungan pendidikan dan spiritual bagi anak-anak penyintas bencana.
Kehadiran para amil dan relawan disambut hangat oleh para guru dan siswa yang tetap berupaya menjalankan aktivitas belajar mengajar meskipun berada dalam situasi sulit akibat dampak banjir yang melanda wilayah tersebut.
Kepala SD Negeri Kota Lintang, Tusman, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas perhatian yang diberikan kepada para muridnya.
Menurutnya, bantuan mushaf Al-Quran ini menjadi motivasi besar bagi anak-anak agar tetap semangat belajar dan beribadah di tengah keterbatasan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak kami. Mereka tetap bersemangat belajar walaupun sedang berada dalam kondisi pascabencana. Semoga ini menjadi penyemangat agar mereka tidak mudah menyerah dan terus menatap masa depan,” ujar Tusman.
Ia menambahkan, kondisi pascabanjir memang masih menyisakan berbagai tantangan bagi warga setempat. Namun semangat para siswa untuk datang ke sekolah dan mengikuti kegiatan belajar tetap tinggi.
Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan perhatian langsung kepada sekolah dan murid-muridnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada para donatur dan Lazismu yang sudah datang langsung ke sekolah kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi para siswa,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, turut hadir dan memberikan motivasi kepada para siswa serta guru. Ia mengingatkan bahwa bulan Ramadan merupakan momentum istimewa untuk semakin dekat dengan Al-Quran.
Menurutnya, Ramadan adalah bulan turunnya Al-Quran sehingga menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak membaca dan memahami isi kitab suci tersebut.
“Sebagai bulan diturunkannya Al-Quran, kami ingin berbagi mushaf kepada adik-adik dan para guru. Harapannya, bantuan ini bisa membantu meningkatkan semangat membaca Al-Quran dan memaksimalkan ibadah di bulan yang penuh berkah ini,” ujar Mujadid Rais.
Suasana kunjungan berlangsung penuh kehangatan. Mujadid Rais juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para siswa mengenai kegiatan mengaji mereka selama Ramadan. Percakapan sederhana tersebut disambut dengan antusias oleh para pelajar.
Beberapa siswa bahkan dengan bangga menceritakan capaian mereka dalam membaca Al-Quran selama bulan puasa. Ada yang telah menyelesaikan bacaan hingga tiga juz, bahkan ada yang mengaku sudah mencapai lima juz.
Antusiasme para siswa tersebut menunjukkan bahwa semangat untuk belajar agama tetap tumbuh meskipun mereka berada di tengah situasi yang tidak mudah.
Bagi Lazismu, kegiatan ini tidak sekadar menyalurkan bantuan fisik berupa mushaf Al-Quran. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu menjadi penguat mental dan spiritual bagi para penyintas banjir, khususnya anak-anak yang sedang menempuh pendidikan dasar.
Di wilayah Kota Lintang sendiri, warga masih menghadapi berbagai keterbatasan akibat dampak banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk air bersih, masih menjadi tantangan sehari-hari bagi sebagian masyarakat.
Karena itu, Lazismu berharap kehadiran bantuan ini dapat memberikan harapan baru sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi mereka.
Melalui dukungan pendidikan dan spiritual seperti ini, diharapkan anak-anak Kota Lintang tetap memiliki semangat untuk belajar, beribadah, dan meraih masa depan yang lebih baik meskipun harus melewati masa-masa sulit akibat bencana.
Program kemanusiaan Lazismu ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai daerah, sekaligus memastikan generasi muda tetap mendapatkan akses pendidikan dan pembinaan keagamaan yang layak.
Dengan hadirnya mushaf Al-Quran baru di tangan para siswa, Ramadan tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan semangat tadarus bagi anak-anak Kota Lintang—sebuah cahaya harapan yang muncul di tengah ujian bencana. (*)
Apa Reaksi Anda?