Menjadi Young Energy Leader Asia Tenggara, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA Berkiprah di Malaysia
Di tengah dunia yang terus berubah dan semakin terhubung, batas antarbidang keilmuan tidak lagi kaku. Hal inilah yang dibuktikan oleh Deonaldo Maria Pacheco, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa
MALANG Di tengah dunia yang terus berubah dan semakin terhubung, batas antarbidang keilmuan tidak lagi kaku. Hal inilah yang dibuktikan oleh Deonaldo Maria Pacheco, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Malang (UNISMA), yang berhasil menapaki panggung kepemimpinan energi di tingkat regional Asia Tenggara.
Berawal dari ruang-ruang kelas di UNISMA, Deonaldo membangun fondasi kuat dalam bidang linguistik, komunikasi lintas budaya, serta kepemimpinan pendidikan. Baginya, bahasa Inggris bukan sekadar mata kuliah, melainkan jembatan strategis untuk menghubungkan Timor-Leste, tanah kelahirannya, dengan dunia internasional. Ia menyadari bahwa kemampuan berbahasa adalah kunci untuk membuka akses terhadap pengetahuan global dan jejaring internasional.
Perjalanan profesionalnya semakin berkembang ketika ia bergabung dengan Iyuno sebagai Subtitler. Dalam lingkungan kerja multibahasa yang dinamis, Deonaldo berkolaborasi dengan para profesional global untuk menghadirkan konten dalam lebih dari 100 bahasa. Pengalaman ini tidak hanya mengasah ketelitian linguistiknya, tetapi juga memperluas wawasannya terhadap isu-isu global, termasuk krisis energi dan perubahan iklim yang semakin mendesak.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Didorong oleh komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), Deonaldo mulai mendalami isu energi terbarukan secara mandiri. Ia mempelajari berbagai topik teknis seperti Leadership in Energy and Environmental Design (LEED) serta analisis data untuk memahami transisi energi secara komprehensif. Transformasi akademiknya membawanya menghadiri IRENA Youth Forum 2026 di Abu Dhabi, di mana ia berdialog dengan para pemimpin dunia dan mengadvokasi keterlibatan generasi muda dalam agenda keberlanjutan global.
Puncak kiprahnya terjadi pada 10–12 Oktober 2025 dalam Southeast Asia Youth Energy Forum (SAYEF) di Malaysia. Dalam forum bergengsi tersebut, Deonaldo mewakili Timor-Leste sekaligus UNISMA dalam Youth Ideation Lab. Salah satu momen penting adalah sesi Handover Declaration, ketika ia bersama para pemimpin muda Asia Tenggara menandatangani dokumen rekomendasi kebijakan strategis untuk percepatan implementasi SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Keterlibatannya menjadi bukti nyata kontribusi pemuda Timor-Leste dalam agenda dekarbonisasi kawasan dan pengembangan teknologi energi terbarukan.
Kisah Deonaldo menjadi inspirasi bahwa program studi bukanlah batas akhir potensi seseorang. Dengan mengintegrasikan kompetensi Pendidikan Bahasa Inggris dan kepedulian terhadap isu energi global, ia membangun identitas profesional yang unik dan relevan dengan tantangan zaman.
Kini, sebagai Co-Founder Global Language Community UNISMA dalam kolaborasi lintas budaya, Deonaldo terus mendorong mahasiswa untuk berani melampaui batas disiplin ilmu dan berkontribusi di tingkat global. Perjalanannya membuktikan bahwa mahasiswa dengan perspektif global dan semangat pengabdian dapat menjadi agen perubahan yang berdampak luas bagi masyarakat dan dunia. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Apa Reaksi Anda?