Menjadi Berbeda Bukanlah Halangan, Kisah Mahasiswa Vokasi Tembus Magister Luar Negeri

Stigma bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki keterbatasan untuk melanjutkan studi akademik terpatahkan

Mei 15, 2026 - 21:30
Menjadi Berbeda Bukanlah Halangan, Kisah Mahasiswa Vokasi Tembus Magister Luar Negeri

MALANG - Stigma bahwa lulusan pendidikan vokasi memiliki keterbatasan untuk melanjutkan studi akademik terpatahkan. Hal tersebut dibuktikan secara langsung oleh lulusan Program Studi (prodi) Desain Grafis Fakultas Vokasi (FV) Universitas Brawijaya (UB), Tasya Galuh, yang resmi diterima dan melanjutkan studi Magister (S2) di Savannah College of Art and Design, USA. 

Perjuangan panjangnya sejak 2023 berbuah manis. Tasya menjatuhkan hatinya untuk studi di Negeri Paman Sam didasari reputasi negara tersebut sebagai pusat industri kreatif, khususnya perfilman dan desain. 

“Negara tersebut merupakan negara maju, baik industri kreatif perfilman atau jurusan desainnya, hal ini sudah saya siapkan sejak 2023,” ujarnya. 

Perjalanan Tasya menuju bangku magister tidak berlangsung instan. Selama menjalani perkuliahan, ia dikenal sebagai mahasiswa yang lebih fokus pada studi personal dibanding aktivitas organisasi kampus, atau yang biasa disebut mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang). 

Meskipun mahasiswa kupu-kupu menjadi stigma negatif karena tidak mengikuti keramaian organisasi, nyatanya waktu Tasya dipergunakan sebaik mungkin untuk merajut mimpi.

Di balik kesehariannya itu, Tasya menghadapi tantangan sebagai individu neurodivergent, yakni kondisi keberagaman cara kerja otak manusia yang memengaruhi proses belajar dan interaksi sosial.

Meskipun demikian, perasaan berbeda dari orang lain pada umumnya membuat Tasya tidak menyerah. Keberhasilannya seakan memberi pesan bahwa keterbatasan akan menemukan caranya sendiri untuk bersinar melalui perjuangan dan pembuktian.

“Menjadi neurodivergent sering kali membuat saya merasa berbeda, tetapi hal tersebut tidak menurunkan semangat belajar saya meskipun tidak berjalan di jalur yang sama dengan orang lain,” tambahnya. 

Ia juga berpesan agar mahasiswa tidak takut terhadap hal-hal yang belum terjadi dalam kehidupan, karena dunia akan terus berjalan dan memberikan peluang baru.

Pencapaian Tasya menjadi salah satu tonggak penting bagi Fakultas Vokasi sebagai pembuktian bahwa kurikulum berbasis praktik dan keahlian terapan mampu bersaing di tingkat internasional. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow