Menhan Pakistan: Israel Itu Jahat, Kutukan Bagi Umat Manusia

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif menyebut Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia.

April 10, 2026 - 14:01
Menhan Pakistan: Israel Itu Jahat, Kutukan Bagi Umat Manusia

JAKARTA - Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif menyebut Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia, di platform X-nya.

Dilansir Al Jazeera, Menhan Pakistan melancarkan serangan pedas terhadap Israel, dengan menggambarkannya sebagai "kejahatan dan kutukan bagi umat manusia".

"Israel membunuh warga sipil yang tidak bersalah, pertama di Gaza, kemudian di Iran, dan sekarang di Lebanon," tulis Asif, dan ia menambahkan bahwa pertumpahan darah terus berlanjut “tanpa henti".

"Saya berdoa agar mereka yang menciptakan negara seperti kanker di tanah Palestina dan menyingkirkan orang Yahudi Eropa ini akan terbakar di neraka," lanjutnya.

Pernyataan-pernyataan ini muncul setelah gencatan senjata untuk dua minggu yang dimediasi Pakistan tercapai antara Amerika Serikat dan Iran. 

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dengan tegas juga mengutuk serangan mematikan Israel di Lebanon itu.

Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, Kamis kemarin juga mengecam Israel karena melanggar hukum internasional dan gencatan senjata dua minggu yang baru saja disepakati di Timur Tengah dengan melakukan serangan udara di Lebanon pada Rabu.

Gencatan senjata itu sebagai pendahuluan untuk kesepakatan akhir guna mengakhiri perang yang dibuat Amerika Serikat dan Israel dengan tiba-tiba menyerang Iran pada 28 Februari 2026 lalu dan mengakibatkan ribuan warga Iran meninggal dunia dan luka-luka.

Meskipun Iran dan mediasi Pakistan memberikan jaminan bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan tersebut, namun Amerika Serikat dan Israel  membantahnya.

Sementara itu ketegangan di hari kedua perjalanan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih tinggi, setelah masing-masing pihak berdiri pada sikapnya masing-masing, ditambah lagi dengan Israel yang terus menerus melakukan serangan ke Lebanon.

Perdebatan mengenai apakah kesepakatan tersebut mencakup Lebanon terus berlangsung, meskipun dalam 10 poin yang disepakati antara AS-Iran itu sudah jelas termasuk diantaranya.

Disisi lain, Pemimpin Revolusi Islam Iran, Mojtaba Khamenei bersumpah akan membalas dendam atas kematian ayahnya.

"Iran telah  siap menghadapi skenario apa pun," kata sebuah sumber yang mengetahui situasi tersebut, seraya menekankan bahwa AS tidak bisa menghindari konsekuensi dari kebrutalan Israel.

Berbicara kepada kantor berita Iran, Tasnim News Agency, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa Iran sejauh ini telah menunjukkan komitmennya, seperti biasa, terhadap perjanjian dan komitmennya, tetapi sepenuhnya memantau semua kemungkinan skenario untuk masa depan dan akan bertindak sesuai dengan waktu dan suasana hubungan.

Mengenai kemungkinan skenario yang akan datang, sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan, "skenario sederhana adalah bahwa Amerika Serikat dan para mitranya mematuhi gencatan senjata dan menyetujui kesepakatan yang memuaskan bagi Iran dan kelompok perlawanan dalam jangka waktu yang wajar.”

“Namun selain skenario ini, ada skenario lain,” tambah sumber, diantaranya skenario yang mungkin bagi Amerika Serikat adalah disatu sisi, dengan menyabotase proses negosiasi, mereka akan menghalangi kemungkinan tercapainya kesepakatan yang menjamin hak-hak Iran dan front perlawanan, dan disisi lain, dengan menghindari perang itu sendiri, bahwa AS akan mempertahankan Israel diarena perang melawan Iran dan Lebanon atau perang hanya dengan Lebanon.

Sumber yang mengetahui informasi tersebut pada saat yang sama memperingatkan, AS sama sekali tidak bisa menghindari konsekuensi dari gencatan senjata yang berakhir tanpa hasil yang menguntungkan Iran dan gerakan perlawanan.

"Karena itu, jika gencatan senjata sementara ini berakhir karena pelanggaran oleh pihak lain (AS dan Israel) atau karena Iran dan kelompok perlawanan tidak bisa mencapai kesepakatan yang menguntungkan dalam jangka waktu yang dapat diterima bagi kita, maka kepentingan AS di seluruh kawasan pasti akan terancam seperti pada saat-saat sebelum gencatan senjata," ujarnya.

Sumber tersebut menambahkan bahwa sudah cukup jelas tindakan apa yang harus diambil musuh, menekankan bahwa musuh harus menyetujui kesepakatan yang diingini Iran dan gerakan perlawanan, jika tidak, maka AS dan Israel akan kembali menjadi sasaran serangan.

Israel yang dicap jahat dan kutukan bagi umat manusia oleh  Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif itu bersikeras Lebanon tidak termasuk dalam gencatan senjata. Dalih Amerika Serikat juga sama meskipun mediator Pakistan jelas-jelas mengatakan sebaliknya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow