Menhaj Sambut Saifuddin, Jemaah Haji Tunanetra yang Diabadikan sebagai Nama Masjid di Arab Saudi

Momen penuh haru mewarnai kedatangan jemaah haji Indonesia Kelompok Terbang (Kloter) 17 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang.

Juni 15, 2026 - 11:30
Menhaj Sambut Saifuddin, Jemaah Haji Tunanetra yang Diabadikan sebagai Nama Masjid di Arab Saudi

MAKASSAR - Momen penuh haru mewarnai kedatangan jemaah haji Indonesia Kelompok Terbang (Kloter) 17 Debarkasi Makassar di Asrama Haji Sudiang, Minggu (14/6/2026). 

Salah satu jamaah yang menjadi perhatian adalah Saifuddin HM Abd Muin Saideng, jemaah haji Indonesia yang tunanetra dari Kabupaten Sinjai baru tiba dari Arab Saudi.

Setibanya di Makassar, Saifuddin mendapat sambutan hangat dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan.

Pertemuan keduanya berlangsung emosional ketika Menhaj memeluk Saifuddin sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan keteguhannya selama menjalankan ibadah haji.

Saifuddin diketahui menerima penghargaan khusus selama berada di Tanah Suci. Pemerintah Arab Saudi mengabadikan namanya untuk pembangunan sebuah masjid sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat ibadah yang ditunjukkannya meski memiliki keterbatasan penglihatan.

Pria yang sehari-hari mengemban amanah sebagai imam masjid di Sinjai itu mengaku bersyukur dan bahagia atas pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. “Alhamdulillah sangat senang. Tidak ada yang memberatkan selama menjalankan ibadah haji,” ujar Saifuddin. 

Ia mengaku terkejut ketika mengetahui namanya dipilih untuk diabadikan dalam proyek pembangunan masjid tersebut. “Saya sangat senang sekali. Tidak pernah menyangka nama saya digunakan untuk pembangunan masjid,” katanya.

Menurut Saifuddin, informasi mengenai penghargaan itu diterimanya setelah dipanggil oleh petugas saat berada di Arab Saudi.

Di balik rasa syukur tersebut, Saifuddin menyimpan harapan yang terus dipanjatkannya selama berada di Tanah Suci. Ia berdoa agar suatu hari nanti diberikan kesempatan untuk kembali melihat. “Doa saya di sana, semoga suatu saat bisa melihat,” ungkapnya.

Meski mengalami keterbatasan penglihatan, Saifuddin tetap berkomitmen melanjutkan pengabdiannya sebagai imam masjid setelah kembali ke kampung halamannya. “Insya Allah tetap menjadi imam,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Sementara itu, Menhaj Gus Irfan mengatakan, penghargaan yang diterima Saifuddin menjadi bukti perhatian terhadap jemaah berkebutuhan khusus selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Menurutnya, apresiasi tersebut juga mencerminkan kepedulian Pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah yang menunjukkan keteladanan dan semangat beribadah.

Ia menambahkan, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada tiga kelompok jemaah pada musim haji 2026, yakni jemaah perempuan, jemaah lanjut usia, dan jemaah berkebutuhan khusus, agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lebih nyaman dan aman. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow