Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak umat Islam mengisi Ramadhan dengan amalan syariat, memperkuat ukhuwah wathaniyah, dan meningkatkan kualitas bacaan Al Quran untuk meraih kemuliaan hakiki.

Februari 27, 2026 - 17:00
Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Jadikan Ramadan Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meraih kemuliaan (fadilah) bulan suci Ramadan. Ia menekankan pentingnya mengisi hari-hari dengan berbagai amalan ibadah serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa atau ukhuwah wathaniyah.

“Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya terdapat banyak kemuliaan. Kemuliaan itu akan menjadi sempurna kalau kita isi dengan berbagai amalan dan ibadah yang sesuai dengan syariat. Suasana puasa memberikan dorongan spiritual dan kekuatan mental untuk kita dapat mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Kita bangun kerukunan, persatuan, khususnya ukhuwah Islamiyah dan juga persatuan bangsa atau ukhuwah wathaniyah,” ujar Mu’ti di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Kesalehan Komunal dan Makna Syahrul Quran

Dalam pemaparannya, Mu’ti menyoroti fenomena communal piety atau kesalehan komunal. Menurutnya, lingkungan sekitar—baik di rumah maupun tempat kerja—memiliki peran besar dalam memotivasi semangat ibadah seseorang.

Terkait identitas Ramadhan sebagai Syahrul Quran (bulan Al Quran), Mu’ti merujuk pada Surah Al-Baqarah Ayat 185. Ia menegaskan bahwa Al Quran bukan sekadar teks untuk dibaca, melainkan kompas pembeda antara yang hak (benar) dan yang batil (salah).

“Peristiwa Nuzulul Quran pada 17 Ramadhan merupakan pertanda penting diangkatnya Muhammad sebagai Rasulullah. Tradisi tadarus yang kita laksanakan terinspirasi dari Rasulullah yang senantiasa tadarus Al Quran bersama (malaikat) Jibril. Kita (perlu) memperbanyak membaca Al Quran, terutama pada frekuensi daripada jumlah bacaannya,” jelasnya.

Ia menyarankan agar umat Islam mengutamakan kualitas bacaan secara tartil dan penuh penghayatan daripada sekadar mengejar kuantitas atau jumlah khatam, agar hidayah Al Quran dapat meresap dalam kehidupan sehari-hari.

Ramadan sebagai Bulan Persaudaraan

Lebih lanjut, Mu’ti melihat Ramadhan sebagai Syahrul Ukhuwah atau bulan persaudaraan. Fenomena buka puasa bersama di Indonesia, menurutnya, adalah potret nyata kerukunan bangsa karena seringkali diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama.

“Buka bersama itu menunjukkan betapa rahmat dari pengamalan ibadah (puasa) ini dirayakan oleh kalangan masyarakat, apapun agamanya. Nabi menyebutkan bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan, yang pertama bahagia ketika berbuka dan bahagia saat nanti di akhirat bertemu Allah SWT,” tambahnya.

Sebagai penutup, Mendikdasmen menegaskan bahwa kemuliaan Ramadhan yang telah ditetapkan Allah SWT harus disempurnakan dengan amal saleh manusia. Ia berharap momentum ini dapat mengubah setiap individu menjadi pribadi yang lebih baik serta mempererat tali persatuan nasional. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow