Masyarakat Sambut Hangat Open House Rumah Dinas Wali Kota Malang

Rumah Dinas Wali Kota Malang memang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Terbukti, kegiatan 'Open House' yang diinisiasi oleh Wali Kota Malang, Sutiaji disambut han ...

Juli 9, 2023 - 16:00
Masyarakat Sambut Hangat Open House Rumah Dinas Wali Kota Malang

TIMESINDONESIA, MALANG – Rumah Dinas Wali Kota Malang memang menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Terbukti, kegiatan 'Open House' yang diinisiasi oleh Wali Kota Malang, Sutiaji disambut hangat oleh masyarakat.

Kegiatan yang digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD), Minggu (9/7/2023) pagi tadi, langsung diserbu oleh berbagai kalangan masyarakat.

Bukan tanpa sebab, masyarakat datang berbondong-bondong dalam acara tersebut untuk menikmati berbagai fasilitas layanan publik yang disediakan secara gratis oleh jajaran Pemkot Malang.

Wali Kota Malang, Sutiaji saat ditemui awak media mengatakan, kegiatan ini sebenarnya sudah diadakan sejak lama, yakni sejak 12 Februari 2023 lalu. Namun, karena padatnya jadwal, kegiatan pun tak bisa digelar secara rutin seminggu sekali.

"Ini kan sudah lama, tapi karena ada beberapa kegiatan terpaksa kita tiadakan. Dan ternyata, banyak warga yang menanyakan juga. Makanya ini kita ramaikan lagi," ujar Sutiaji, Minggu (9/7/2023).

Secara detil, berbagai fasilitas layanan publik pun tersedia dalam kegiatan tersebut. Mulai dari layanan Dispendukcapil berupa identitas kependudukan digital, layanan perpajakan Bapenda berupa pendaftaran, balik nama atau mutasi dan konsultasi PBB serta pembayaran PBB dan pajak daerah lainnya.

Selanjutnya, ada layanan sambung baru PDAM dari Perumda Tugu Tirta Kota Malang, layanan Disnaker-PMPTSP berupa perijinan NIB dan PIRT.

CFD-Ijen.jpg

Lalu, ada juga layanan Diskopindag berupa sertifikasi merk (haki), sertifikasi halal, uji nutrisi dan BPOM. Tak ketinggalan, ada juga layanan pengecekan kesehatan secara gratis dan vaksinasi Covid-19 yang disediakan oleh Dinkes Kota Malang.

Melihat antusias masyarakat yang tinggi untuk memanfaatkan layanan publik tersebut, Sutiaji memastikan bahwa kegiatan tersebut akan digelar secara terus menerus.

Tak hanya layanan saja, dalam kegiatan itu juga mengangkat ekonomi kreatif dan olahraga sehat. Seperti, lomba fashion dan senam berkebaya bersama komunitas Senam Kebaya Indonesia (SKI) Kota Malang.

"Nanti akan kita lanjutkan untuk event ini. Misalnya seperti dari komunitas sepatu roda atau komunitas lainnya bisa gabung disini," ungkapnya.

Sementara, Ketua Dekranasda sekaligu Ketua TP PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji menyebut bahwa kegiatan ini juga menggairahkan bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). 

"Saya sebagai Ketua Dekranasda tentu ingin ada penguatan UMKM disini. Saya ajak bersama agar lebih produktif lagi dan ternyata memang tidak mengecewakan," katanya.

Sejumlah pelaku UMKM berupa jajanan masyarakat pun turut dihadirkan dalam kesempatan itu. Terlebih, masyarakat bisa menikmati jajanan yang tersedia itu secara gratis.

"Mudah-mudahan UMKM menjadi tumpuan," ucapnya.

UMKM.jpg

Terpisah, salah satu warga penerima manfaat layanan publik gratis, Lutfia (60) mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota Malang, Sutiaji yang sudah menginisiasi kegiatan tersebut, sehingga bermanfaat terhadap masyarakat.

Warga Sukun, Kota Malang tersebut diketahui memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis. Ia mengaku sudah tiga kali menghadiri kegiatan 'Open House' tersebut dan menerima banyak manfaatnya.

"Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama pemeriksaan kesehatan gratisnya. Saya tadi tes gula darah, kolesterol dan asam urat, alhamdulilah hasilnya normal," katanya.

Ia juga memberi saran kepada Wali Kota Malang agar kegiatan seperti ini bisa digelar secara terus menerus demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebab, sejak dulu yang Lutfia merasakan bahwa rumah dinas Wali Kota Malang ini merupakan rumah yang tidak sembarangan orang bisa datang.

Apalagi, kebanyakan para petinggi hingga pejabat-pejabat penting saja yang bisa hadir. Namun, dengan kegiatan ini bisa menepis seluruh stigma masyarakat dan bisa dipastikan bahwa rumah dinas Wali Kota Malang kini menjadi rumah rakyat yang hangat untuk dikunjungi.

"Ini harus lanjut terus dan woro-woro (pengumuman) bisa lebih kuat lagi," tegasnya.

"Dulu saya anggap ya angker rumah dinas Wali Kota Malang ini. Saya pikir hanya pejabat saja yang boleh menikmati fasilitas ini. Ternyata ini juga rumah rakyat dan tidak angker," ungkapnya.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow