ASDP: Arus Mudik Merak-Bakauheni Mulai Mengalir Sejak H-8 Lebaran 2026

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan kesiapan armada dan fasilitas di lintasan Merak-Bakauheni guna menyambut arus mudik Lebaran 2026 yang sudah dimulai sejak 13 Maret.

Maret 15, 2026 - 12:30
ASDP: Arus Mudik Merak-Bakauheni Mulai Mengalir Sejak H-8 Lebaran 2026

JAKARTA PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat pergerakan pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan vital Merak-Bakauheni mulai menunjukkan peningkatan sejak H-8 Idul Fitri 1447 Hijriah atau Jumat (13/3/2026).

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa jalur penghubung antar pulau ini memiliki peran sangat krusial, sehingga pihaknya telah menyiapkan langkah antisipatif guna menjamin kelancaran perjalanan masyarakat.

"Menjelang Hari Raya Idul Fitri, mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia mulai meningkat, pergerakan pemudik yang hendak menyeberang dari Jawa menuju Sumatera di lintasan Merak-Bakauheni mulai menunjukkan dinamika," ujar Heru Widodo dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).

Optimalisasi Operasional Kapal dan Fasilitas

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP menyiagakan sekitar 28 hingga 33 unit armada kapal per 24 jam. Selain itu, diterapkan pola operasional Tiba, Bongkar, dan Berangkat (TBB) untuk mempercepat proses pelayanan dan efisiensi pergerakan kapal di dermaga.

Perusahaan juga menerapkan pola operasional tiba, bongkar, dan berangkat (TBB) untuk memangkas waktu tunggu di pelabuhan dan meningkatkan efisiensi pergerakan kapal. Peningkatan layanan ini turut didukung oleh fasilitas penunjang seperti layanan customer service 24 jam, penambahan garbarata Express II, hingga penyediaan shuttle bus listrik bagi kelompok rentan di area pelabuhan.

Konektivitas Gratis dan Angkutan Penghubung

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menambahkan bahwa perusahaan bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menyediakan 20 unit angkutan umum gratis bagi penumpang kereta api. Armada ini melayani rute Stasiun Cilegon, Stasiun Kerenceng, hingga Pelabuhan Merak secara bergantian.

"Distribusi armada tersebut menyesuaikan pergerakan penumpang yang datang secara bertahap dari perjalanan kereta api," jelas Windy.

Data Statistik Penyeberangan (H-10 s.d H-8)

Dalam upaya menjamin kelancaran arus mudik, ASDP telah menyiagakan operasional armada kapal yang disesuaikan secara dinamis dengan tingkat kepadatan penumpang, yakni berkisar antara 28 hingga 33 kapal setiap 24 jam.

Sementara itu, berdasarkan data statistik dari Posko Merak pada periode H-10 hingga H-8, tercatat sebanyak 126.276 penumpang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera, angka yang menunjukkan penurunan sebesar 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan juga terjadi pada volume kendaraan yang mencapai 31.390 unit, atau turun 13 persen dari realisasi tahun sebelumnya. Sebaliknya, arus dari Sumatera menuju Jawa mencatatkan 97.385 penumpang dan 23.018 kendaraan, yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 9,4 persen dan 3,1 persen jika dibandingkan dengan capaian pada musim mudik tahun lalu.

Meski terjadi penurunan angka secara tahunan, ASDP berkomitmen untuk terus memperkuat pemantauan operasional agar perjalanan mudik masyarakat di tahun 2026 ini tetap berjalan tertib, aman, dan berkesan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow