Malam 1 Suro, Alas Purwo Banyuwangi Dibanjiri 1.343 Pengunjung dari Berbagai Daerah
Pergantian tahun dalam penanggalan Jawa yang ditandai dengan malam 1 Suro, atau bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kembali membawa ribuan orang menuju Taman Nasional (TN) Alas Purwo,
BANYUWANGI - Pergantian tahun dalam penanggalan Jawa yang ditandai dengan malam 1 Suro, atau bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, kembali membawa ribuan orang menuju Taman Nasional (TN) Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.
Kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi spiritual tersebut menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk berdoa, berziarah, hingga menjalani laku spiritual.
Pada Senin (15/6/2026), Balai TN Alas Purwo mencatat sebanyak 1.343 pengunjung memasuki kawasan konservasi yang berada di ujung timur Pulau Jawa itu.
Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah 1 Balai TN Alas Purwo, Noviyani Utami, mengatakan bahwa jumlah tersebut merupakan akumulasi pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Total pengunjung sebanyak 1.343 orang. Mereka datang dari berbagai daerah di Indonesia, namun mayoritas berasal dari Banyuwangi dan Jawa Timur,” kata Novi, Selasa (16/6/2026).
Kunjungan masyarakat ke Alas Purwo memang meningkat menjelang malam 1 Suro. Banyak di antara mereka yang datang untuk berziarah, berdoa, maupun menjalani ritual dan laku spiritual.
Pengunjung umumnya mulai berdatangan sejak siang hari. Aktivitas mereka terpusat di beberapa titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi favorit untuk menjalani ritual.
“Titik pusat kegiatan biasanya di Pantai Trianggulasi dan Pancur. Selain itu juga ada yang menuju Goa Istana,” jelasnya.
Pantai Trianggulasi dan Pancur memang menjadi dua lokasi yang paling sering dikunjungi saat momentum malam 1 Suro. Kedua kawasan tersebut kerap menjadi tempat berkumpulnya masyarakat yang melakukan doa bersama maupun ritual spiritual secara mandiri.
Sementara Goa Istana juga menjadi salah satu tujuan utama bagi pengunjung yang ingin menjalani laku tirakat.
Meski jumlah kunjungan yang tercatat cukup tinggi, Balai TN Alas Purwo masih belum dapat membandingkannya dengan data tahun sebelumnya.
Pasalnya, perbedaan penanggalan yang digunakan sebagian masyarakat dalam menentukan malam 1 Suro membuat arus kunjungan diperkirakan masih akan berlangsung.
Selain menjadi kawasan konservasi dengan keanekaragaman hayati yang kaya, TN Alas Purwo selama ini juga dikenal sebagai salah satu destinasi spiritual yang banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah, terutama saat memasuki pergantian tahun dalam penanggalan Jawa.
Tradisi tersebut terus berlangsung dari tahun ke tahun dan menjadi bagian dari dinamika sosial budaya yang hidup di tengah masyarakat. (*)
Apa Reaksi Anda?