Main Borgol dan Tak Bisa Dibuka, Remaja di Bondowoso Datangi Damkar Jelang Buka Puasa
Momen ngabuburit seorang remaja di Bondowoso berubah menjadi pengalaman tak terlupakan. Borgol yang dikenakannya tak bisa dilepaskan.
BONDOWOSO Momen ngabuburit seorang remaja di Bondowoso berubah menjadi pengalaman tak terlupakan. Muhammad Alifi (18), warga Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, terpaksa mendatangi Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran pada Jumat (27/2/2026) sore, setelah borgol yang dikenakannya tak bisa dilepas.
Peristiwa itu bermula saat Alifi tengah menghabiskan waktu sore di pos satpam perumahannya.
Saat itu, ia meminjam borgol milik satpam tempatnya menjalani praktik kerja lapangan (PKL). Tanpa rasa curiga, borgol tersebut dicoba dipasang dan dilepas di pergelangan tangannya.
Namun nahas, kunci borgol tiba-tiba macet atau loss sehingga tak dapat dibuka kembali. Situasi itu membuatnya panik dan segera mencari bantuan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Bondowoso, Vara Tedi mengatakan, pihaknya menerima permintaan pertolongan dari remaja tersebut melalui aplikasi Jaguar.
“Anaknya langsung meminta bantuan untuk mengevakuasi kunci,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (28/2/2026).
Sempat terjadi kebingungan karena Alifi belum mengetahui bahwa Mako Damkar telah pindah lokasi. Ia lebih dulu mendatangi kantor lama sebelum akhirnya diarahkan ke Mako Damkar yang kini berada di kompleks Kantor Pemkab Bondowoso.
Setibanya di lokasi baru sekitar pukul 16.00 WIB, Alifi datang bersama seorang temannya. Petugas Damkar segera melakukan penanganan dengan menggunakan gerinda untuk memotong borgol tersebut.
Proses evakuasi berjalan lancar. Menjelang waktu berbuka puasa, borgol akhirnya berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera.
“Alhamdulillah, sebelum masuk waktu berbuka, borgol sudah terbuka,” ungkap Tedi.
Setelah itu, Alifi langsung kembali pulang sebelum adzan Maghrib berkumandang. “Ya, jadi ngabuburit buka borgol,” guyon petugas Damkar. B
Apa Reaksi Anda?