Lima Film Religi Indonesia Terbaik, Cocok Ditonton saat Ramadan
Di Bawah Lindungan Ka'bah menjadi watchlist wajib sambil nunggu buka puasa ya. Film ini dibintangi Herjunot Ali dan Laudya Cynthia Bella.
JAKARTA Bulan Ramadan menjadi waktu yang pas untuk meningkatkan iman dan takwa pada Allah SWT. Tak hanya dari ibadah tapi bisa juga lewat film.
Banyak film religi di Indonesia, namun hanya beberapa yang benar-benar menggetarkan hati hingga menambah keimanan kita. Film itu bahkan menjadi ikon sepanjang masa yang tak terlupakan. Bahkan film-film yang kini tayang di platform layanan streaming itu masih banyak penontonnya.
Berikut lima film religi Indonesia terbaik yang cocok ditonton saat Ramadan.
Ayat-ayat Cinta
Film yang tayang di tahun 2008 ini bisa disebut sebagai pioner film religi di Indonesia.
Diangkat dari novel best seller karya Habiburrahman El Shiray, film ini mengisahkan cinta segi tiga yang kompleks.
Fahri, pria asal Indonesia tengah menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir. Dia harus menikah dengan Aisha, karena perjodohan, di sisi lain hatinya juga terpaut dengan Maria, perempuan nasrani yang menaruh hati pada Fahri.
Tak sekadar kisah cinta segitiga, film ini menonjolkan nilai Islam, pengorbanan, keteguhan iman dan kesetiaan.
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini sukses dengan pendapatan lebih dari Rp125 miliar.
Selain di bioskop, film yang dibintangi Fedi Nuril, Rianti Catwright dan Carissa Putri ini juga sangat sukses dalam penjualan/penyewaan DVD, dengan perkiraan 5 juta kopi bajakan beredar di pasaran pada masa penayangannya.
Emak Ingin Naik Haji
Film ini membuat nama Reza Rahadian langsung dikenal. Emak Ingin Naik Haji, film religi yang sukses bikin penonton terharu.
Mengisahkan perjuangan Emak (Aty Cancer), janda tua miskin penjual kue, yang gigih menabung demi mewujudkan impian ke Tanah Suci. Anaknya, Zein (Reza Rahadian), berjuang keras membantu sang ibu dengan menjadi seorang pelukis keliling.
Meski pendaapatannya pas-pasan, bahkan sempat putus asa, Zein tidak pernag menyerah.
Film drama Emak ingin Naik Haji menyentuh tentang ketulusan dan keimanan.
99 Cahaya di Langit Eropa
Film ini diangkat dari novel best seller karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra.
99 Cahaya di Langit Eropa menceritakan pengalaman perjalanan spiritual dan petualangan Hanum Salsabiela Rais, seorang jurnalis yang menemani suaminya, Rangga Almahendra, studi di Vienna, Austria.
Dalam perajalanannya, Hanum menemukan jejak sejarah peradaban Islam di Eropa melalui persahabatannya dengan Fatma, seorang wanita Turki, menjelajahi Vienna, Paris, Cordoba, dan Istanbul.
Selama di Eropa, Hanum harus beradaptasi sebagai muslim yang minoritas. Film ini mengangkat nilai bahwa Islam adalah agama yang damai, membawa kedamaian, dan kerukunan.
Perempuan Berkalung Sorban
Film yang dibintangi Revalina S Temat ini menjadi salah satu film religi yang masih banyak ditonton hingga saat ini.
Menceritakan tentang perjuangan Annisa, perempuan cerdas yang hidup di lingkungan pesantren yang konservatis. Ia memberontak terhadap ketidakadilan gender, dan menuntut hak pendidikan dan kebasan sebagai perempuan.
Sayangnya perjuangannya dibungkam, ia dipaksa menikah dengan anak kiai bernama Samsudin. Pernikahannya bak neraka, Annisa mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Anak kiai yang dibanggakan orang tuanya itu ternyata niradab dan nirmoral, patriarki hingga poligami.
Annisa sebelumnya telah jatuh cinta dengan Khudori, Namun cintanya harus kandas, karena Annisa harus menikah dengan Samsudin.
Di Bawah Lindungan Ka'bah
Diangkat dari karya sastrawan besar Indonesia, Buya Hamka, Di Bawah Lindungan Ka'bah juga menjadi film religi terbaik.
Film dengan latar Minangkabau di tahun 1920-an ini menceritakan kisah cinta tragis antara Hamid, pemuda miskin namun cerdas, dan Zainab, putri dari keluarga kaya yang dibantu oleh ibu Hamid.
Perbedaan status sosial menghalangi cinta mereka, membuat Hamid terasing dan pergi ke Mekkah, sementara Zainab menderita, hingga keduanya meninggal dalam kesetiaan.
Film ini menonjolkan nilai-nilai keislaman, ketulusan cinta, serta kritik terhadap tradisi adat yang mengekang.
Di Bawah Lindungan Ka'bah menjadi watchlist wajib sambil nunggu buka puasa ya. Film ini dibintangi Herjunot Ali dan Laudya Cynthia Bella. (*)
Apa Reaksi Anda?