Kemenag Dorong Integrasi Pendidikan Keagamaan dalam Desain Besar Karakter Pemuda

Kemenag merekomendasikan penguatan layanan kesehatan mental bagi pemuda serta perluasan kurikulum pendidikan berbasis cinta, nasionalisme, tenggang rasa, dan gotong royong.

Februari 27, 2026 - 14:00
Kemenag Dorong Integrasi Pendidikan Keagamaan dalam Desain Besar Karakter Pemuda

JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) RI mendorong agar lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren, diakomodasi secara eksplisit dalam penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia yang tengah dirumuskan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.

Hal tersebut disampaikan Tim Direkturat Pesantren, Fathullah Syahrul, dalam rapat penyusunan kurikulum dan desain karakter pemuda yang digelar di Jakarta, Rabu (25/2/2026). Dalam forum itu, Kemenag memberikan sejumlah masukan terkait tantangan pembangunan karakter generasi muda di era disrupsi.

Fathullah menekankan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, derasnya arus digitalisasi dan akses teknologi tanpa batas menghadirkan tantangan serius bagi pembentukan karakter.

“Akses teknologi tanpa kontrol dapat melahirkan dua konsekuensi, baik atau buruk. Karena itu, pembangunan karakter pemuda harus dirancang secara sistematis dan lintas sektor,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan degradasi moral dan krisis kesehatan mental yang terjadi di berbagai lembaga pendidikan. 

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1 miliar orang di dunia mengalami gangguan kesehatan jiwa, dan bunuh diri menjadi salah satu penyebab utama kematian pada usia muda.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya penguatan kurikulum berbasis nilai, termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan.

“Selain itu, kami mendorong agar ada klausul Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia pada lembaga pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren,” kata Fathullah.

Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter berbasis nilai spiritual, kebangsaan, dan moderasi beragama. Karena itu, integrasi pesantren dalam desain besar karakter pemuda dinilai penting agar kebijakan yang disusun bersifat inklusif dan komprehensif.

Sebagai bagian dari ikhtiar tersebut, Kemenag melalui Direktorat Pesantren telah menjalankan sejumlah program penguatan karakter, di antaranya Kurikulum Cinta yang menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, ilmu, guru, sesama, diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.

Selain itu, melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 91 Tahun 2025, Kemenag meluncurkan peta jalan pengembangan dengan piloting 512 Pesantren Ramah Anak. Dalam kajian Pesantren Ramah juga dibahas tentang Ramah Lingkungan, Ramah Digital dan Ramah Infrastruktur

Dalam forum itu, Kemenag juga merekomendasikan penguatan layanan kesehatan mental bagi pemuda serta perluasan kurikulum pendidikan berbasis cinta, nasionalisme, tenggang rasa, dan gotong royong.

Rapat penyusunan Kurikulum dan Desain Besar Karakter Pemuda Indonesia tersebut diharapkan menghasilkan kerangka kebijakan yang mampu menjawab tantangan moral, sosial, dan psikologis generasi muda di tengah perubahan zaman.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow