Ruwat Bumi Desa Cendana Banjarnegara, Lestarikan Budaya Leluhur dan Jaga Kekompakan

Dua gunungan hasil bumi dan puluhan tumpeng juga ikut dikirab menuju lapangan Desa Cendana sebagai lokasi ritual ruwatan.

Juli 14, 2026 - 20:31
Ruwat Bumi Desa Cendana Banjarnegara, Lestarikan Budaya Leluhur dan Jaga Kekompakan

BANJARNEGARA - Prosesi ruwat bumi Desa Cendana Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara berlangsung meriah diikuti seluruh jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, budaya dan ribuan warga setempat, Selasa (14/7/2026).

‎Seluruh warga menggunakan pakaian adat Jawa. Ruwat bumi Desa Cendana diawali doa bersama di petilasan Baginda Ali di Kampung Lintang Tiba dipimpin langsung oleh Tusro selaku kepala desa. 

‎Dari tempat ini pula, warga kemudian melakukan kirab Agung Sriboga Cendana Mulya. Tidak sekedar kirab, tampak 7 bidadari membawa 7 kendil air 'pesucen beras' (dimaknai warga, air kehidupan) berasal dari 7 mata air yang ada di Desa Cendana. 

‎Dua gunungan hasil bumi dan puluhan tumpeng juga ikut dikirab menuju lapangan Desa Cendana sebagai lokasi ritual ruwatan.

Ritual seserahan air 'pesucen beras'
Ritual seserahan air 'pesucen beras'

‎Setelah dilakukan ritual air suci, 7 kendi air 'pesucen beras' kemudian diserahkan oleh kepala desa kepada dalang ruwat untuk kemudian dibagikan kepada warga. 

‎Hal yang perlu diketahui, air tersebut dipercaya warga, membawa berkah bagi desa dan kemakmuran warga.

‎Makan Tumpeng dan Berebut Gunungan 

‎Selesai acara seserahan 7 mata air, warga kemudian makan tumpeng bersama. Sebagai penutup rangkaian kegiatan jelang dilakukan ritual ruwat bumi dilakukan gerebek gunungan. 

‎Hanya dalam waktu 5 menit saja dua gunungan hasil bumi Desa Cendana ludes diperebutkan warga karena dipercaya bakal membawa berkah.

Kades Cendana, Tusro dan istri bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat saat kirab budaya
Kades Cendana, Tusro dan istri bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat saat kirab budaya

‎Kepala Desa Cendana Tusro, menyampaikan, rangkaian kegiatan ruwat bumi sebenarnya dimulai beberapa hari lalu, mulai dengan ziarah dan bersih - bersih makam para leluhur.

‎Tusro juga menyampaikan terima kasih kepada semua jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat dan warga kompak menyukseskan kegiatan ruwat bumi dan kirab budaya.

‎Ruwat bumi lanjut dia dilakukan rutin setiap tahun, tujuannya tidak lain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar warga.

‎"Syukur Alhamdulillah, masyarakat kami sangat kompak, ini menandakan nilai - nilai gotong - royong masih dijunjung tinggi," ungkapnya bangga.

‎Untuk kegiatan penutup, masyarakat akan dihibur pagelaran wayang kulit semalam suntuk lakon Wahyu Cakra Ningkat ki dalang Eko Suwaryo dari Kebumen. 

‎Dijadwalkan Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali akan hadir dalam pagelaran wayang kulit malam hari ini. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow