Silaturahmi ke BIYC, Mahasiswa Cipayung Banyuwangi Komitmen Dukung Kondisivitas Iklim Investasi
Upaya menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Bumi Blambangan terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Terbaru, jajaran mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Banyuwangi (HM
BANYUWANGI - Upaya menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi di Bumi Blambangan terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Terbaru, jajaran mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Banyuwangi (HMI, GMNI, dan PMII) melakukan kunjungan silaturahmi ke manajemen Banyuwangi International Yacht Club (BIYC) di kawasan Boom Marina, Kelurahan Kampung Mandar, Selasa, 28 April 2026 lalu.
Kedatangan para aktivis mahasiswa ini disambut hangat oleh General Manager BIYC, Donna Aprilia, didampingi Legal BIYC, Eko Sutrisno. Pertemuan yang berlangsung gayeng dan penuh kekeluargaan tersebut menjadi ruang diskusi strategis mengenai kontribusi investasi terhadap kesejahteraan daerah.
Disitu, Legal BIYC, Eko Sutrisno, menekankan bahwa kondusivitas wilayah adalah kunci utama dalam menarik investor. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Peradi Banyuwangi, ini mengajak mahasiswa untuk ikut peduli dan berkontribusi membangun iklim investasi yang sehat.
"Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi rekan-rekan mahasiswa untuk berdiskusi. Penting bagi kita semua untuk memiliki visi yang sama dalam membangun daerah, terutama melalui dukungan terhadap investasi yang masuk," ujar Eko, Kamis (30/4/2026).
Mahasiswa Cipayung Banyuwangi, saat bersilaturahmi dengan manajemen Banyuwangi International Yacht Club (BIYC). (Foto : Syamsul Arifin/TIMES Indonesia)
Dalam diskusi tersebut, juga disinggung mengenai pentingnya perlindungan dan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Hal ini berkaitan dengan dinamika yang sempat muncul, termasuk dugaan kasus hukum yang melibatkan Direktur BIYC, Andrei Fadeev. Manajemen berharap Pemkab Banyuwangi dapat hadir memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian hukum bagi seluruh pelaku investasi.
Ketua HMI Banyuwangi, Ilham Layli Mursidi, menyoroti korelasi positif antara investasi dan kesejahteraan warga. Merujuk pada data tahun 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi tercatat naik sebesar 5,65 persen.
"Kenaikan PDRB ini tidak lepas dari peran investasi. Kami berharap ada ketegasan hukum dan perlindungan bagi investor. Jika keamanan terjamin, masyarakat juga yang akan merasakan dampaknya, mulai dari ketersediaan lapangan kerja hingga meningkatnya perputaran ekonomi lokal," kata Ilham.
Senada dengan hal tersebut, Ketua GMNI Banyuwangi, Ryan Bachtiar, mendorong Pemkab Banyuwangi agar lebih proaktif dalam mendampingi pelaku investasi yang menghadapi kendala di lapangan. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekonomi nasional.
"Pemkab harus bisa memberikan kemudahan dan perlindungan sesuai program pusat. Kami ingin citra Banyuwangi sebagai daerah ramah investasi tetap terjaga, sehingga para pelaku usaha merasa dibantu dan didukung saat menghadapi permasalahan," tandas Ryan.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus mengawal kemajuan Banyuwangi melalui sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah daerah demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas. (*)
Apa Reaksi Anda?