Lebih Dekat dengan Suyuti Syamsul, Dokter yang Kini Memegang Kunci Kas Pemprov Kalteng

Dr dr Suyuti Syamsul, yang selama ini dikenal sebagai sosok di balik perbaikan layanan kesehatan Kalteng, kini ia tidak hanya mengurus kebijakan kesehatan, tapi juga mengurus dana daerah.

Juni 26, 2026 - 08:37
Lebih Dekat dengan Suyuti Syamsul, Dokter yang Kini Memegang Kunci Kas Pemprov Kalteng
PALANGKARAYA -

Ada yang tidak biasa dari pelantikan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (;>Pemprov Kalteng) pada Kamis (25/6/2026) malam. ;>

‎Bukan soal jabatannya, tapi soal siapa yang mengisinya. Dia adalah seorang dokter.;>

‎Dr dr Suyuti Syamsul, yang selama ini dikenal sebagai sosok di balik perbaikan layanan kesehatan Kalteng, kini ia tidak hanya mengurus nyawa, tapi juga mengurus angka.  ;>‎Dari kebijakan kesehatan masyarakat, ke pengelolaan triliunan rupiah uang daerah.;>

‎Bagi sebagian orang, latar belakang ini mungkin terdengar seperti salah kamar.  ;>Tapi justru di titik itulah ada cerita yang lebih menarik untuk dibaca bukan sekadar soal siapa yang dilantik, melainkan bagaimana cara berpikir seorang dokter ternyata bisa relevan untuk mengelola uang negara.;>

‎Suyuti tidak menyangkal bahwa publik pantas bertanya-tanya soal kapasitasnya. ;>

Tapi ia punya jawaban yang jarang disadari publik diluar, yakni gelar S2-nya bukan di bidang medis murni, melainkan ekonomi kesehatan. bidang yang memaksanya bergelut dengan mikro ekonomi.;>

‎Ditambah lagi, hampir dua dekade ia aktif sebagai investor di bursa efek. ;>Membaca laporan keuangan, memahami kebijakan moneter dan fiskal, hingga menelaah prospektus itu semua, katanya, sudah jadi makanan sehari-hari, jauh sebelum namanya disebut untuk kursi BKAD.;>

‎Pengalaman lain yang menurutnya paling relevan adalah belasan tahun memimpin Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sebuah lembaga yang, seperti diakuinya sendiri, punya logika kerja yang mirip badan keuangan mencari pendapatan sendiri, mengelola sendiri, dan dituntut efisien karena anggaran terbatas.;>

‎Di sinilah bagian paling menarik dari pernyataannya. ;>

‎Saat ditanya soal gaya kepemimpinan yang akan ia bawa ke BKAD, Suyuti memilih membandingkan dirinya dengan dua tokoh keuangan nasional yang punya karakter berlawanan.;>

‎Ia menyebut pendekatannya akan lebih mendekati gaya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang penuh kehati-hatian, prudensial, dan terukur. ;>‎Bukan gaya yang lugas dan tegas seperti yang sering diasosiasikan dengan Purbaya.;>

‎Perbandingan ini bukan sekadar basa-basi politik. Dalam konteks keuangan daerah dengan anggaran terbatas, prinsip kehati-hatian punya konsekuensi nyata. setiap rupiah harus benar-benar terukur dampaknya bagi masyarakat, baik untuk mengungkit roda ekonomi maupun standar kesehatan warga.;>

‎Sebelum bicara soal rencana ke depan, Suyuti juga menengok ke belakang merefleksikan apa yang ia tinggalkan di Dinas Kesehatan. Dan angkanya cukup mengejutkan, usia harapan hidup masyarakat Kalteng naik dari 69 tahun menjadi sekitar 73,7 tahun selama masa kepemimpinannya.;>

‎Kenaikan empat tahun dalam indikator ini bukan perkara mudah, mengingat usia harapan hidup adalah indikator komposit yang dipengaruhi banyak variabel  termasuk angka kematian ibu dan bayi, yang menurutnya sudah berada di bawah rata-rata nasional.;>

‎Pencapaian lain yang ia singgung adalah status Universal Health Coverage (UHC), di mana seluruh penduduk Kalteng kini telah terlindungi BPJS Kesehatan sebuah pencapaian yang sempat membawa penghargaan untuk Gubernur Kalteng.;>

‎Kini dengan tanggung jawab baru, Suyuti mengaku akan mempelajari dari awal tugas dan fungsi BKAD, termasuk perannya sebagai Bendahara Umum Daerah, sembari menjalankan arahan pimpinan soal efisiensi anggaran di tengah keterbatasan fiskal.;>

‎Salah satu pekerjaan rumah yang langsung disinggung adalah penyelesaian dana transfer ke kabupaten/kota yang belum terkirim sesuatu yang menurutnya berdampak langsung pada roda perekonomian daerah.;>

‎Dia juga memastikan posisi Plt Direktur RSUD Doris Sylvanus masih berjalan sambil menunggu proses lelang jabatan definitif selesai, agar setelahnya yang bersangkutan bisa benar-benar fokus pada tugas barunya.;>

‎Menutup perbincangan, Suyuti menitipkan pesan untuk penggantinya di Dinas Kesehatan.;>

‎Lanjutkan arah kebijakan makro kesehatan yang sudah berjalan, karena hasil kerja dinas kesehatan tidak terlihat dalam bentuk fisik bangunan, melainkan dalam angka-angka kesejahteraan yang baru terasa dampaknya dalam jangka panjang.;>

‎Sebuah pesan yang, secara tidak langsung, juga menjadi cermin dari cara ia kini memandang jabatannya yang baru: bahwa hasil kerja keuangan daerah pun sejatinya bukan soal angka di atas kertas, melainkan soal seberapa jauh angka itu benar-benar mengubah hidup masyarakat. (*);>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>;>

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow