Kota Malang Terendam, 21 Titik Dilaporkan Banjir Usai Hujan Deras

Hujan deras di Malang banjirkan 21 titik di lima kecamatan. BPBD catat genangan di Blimbing, Sukun, Lowokwaru, Klojen, dan Kedungkandang. Air mulai surut pukul 17.00 WIB.

Maret 14, 2026 - 20:30
Kota Malang Terendam, 21 Titik Dilaporkan Banjir Usai Hujan Deras

MALANG Hujan deras yang mengguyur Kota Malang pada Sabtu (14/3/2026) sore memicu banjir di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat sekitar 21 titik mengalami banjir hingga luapan air ke jalan dan permukiman warga.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Malang Prayitno mengatakan, hujan dengan intensitas lebat mulai terjadi sejak sekitar pukul 15.00 WIB dan menyebabkan debit air di drainase serta sungai meningkat secara cepat.

“Kondisi ini memicu luapan air ke sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman warga di beberapa kecamatan,” ujar Prayitno, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan pantauan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops), banjir tersebar di lima kecamatan di Kota Malang.

Di Kecamatan Blimbing, banjir dilaporkan terjadi di Jalan Letjen Sutoyo, Jalan Letjen S. Parman, Jalan Panji Suroso Utara Gang IA, kawasan Jalan Industri Barat di sekitar Blimbing, serta Jalan Kedawung.

Sementara di Kecamatan Sukun, genangan air terpantau di kawasan Karangbesuki dan Bukit Barisan, Gadingkasri.

Di Kecamatan Lowokwaru, sejumlah titik juga terdampak banjir, di antaranya Jalan Bungur, kawasan Sudimoro Mojolangu, Jalan Bunga Coklat di Jatimulyo, Jalan Cengger Ayam Tulusrejo, Jalan Soekarno-Hatta di sekitar Everyday Smart Hotel, Terusan Kendalsari Mojolangu, serta Jalan Melati dan Jalan Mawar di wilayah Lowokwaru.

Genangan juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Klojen, tepatnya di kawasan Kayutangan, Jalan Galunggung Gadingkasri, serta area sekitar Malang Town Square (Matos) di Jalan Veteran.

Sedangkan di Kecamatan Kedungkandang, banjir terpantau di kawasan Sawojajar meliputi Jalan Danau Kerinci Raya, Jalan Danau Toba, dan Jalan Danau Bratan Raya.

BPBD menyebutkan banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang membuat kapasitas saluran drainase tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke jalan dan lingkungan permukiman.

Meski sempat menggenangi berbagai titik di Kota Malang, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut sekitar pukul 17.00 WIB. “Saat ini terpantau air sudah mulai surut,” ucapnya. (*)

--------------------------

Liputan khusus Banjir Kota Malang lainnya juga bisa dapat Anda baca dalam edisi khusus berlangganan TIMES Indonesia di Teras.id (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow