Gambarkan Dirinya Sebagai Yesus Kristus, Donald Trump Panen Hujatan
Unggahan gambar AI itu diposting pada Minggu malam dan Senin pagi, dan telah memicu reaksi keras dari basis pendukung Trump sendiri.
JAKARTA - Kecaman dan hujatan mulai berdatangan setelah Donald Trump dengan sengaja mengunggah gambar AI dirinya sebagai Yesus Kristus yang menyembuhkan orang sakit, bahkan ia berani menyerang Paus Leo XIV.
Hanya saja tidak satupun orang-orang dekat Trump seperti Wakil Presiden JD Vance, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt yang tersinggung saat nabi dan Pemimpin Tertinggi mereka dihina dan dilecehkan.
Wakil Presiden, JD Vance adalah seorang Katolik yang taat, bahkan ia telah menulis sebuah buku tentang imannya yang rencananya akan diterbitkan akhir tahun ini.
Juru bicara Trump di Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga seorang Kristen yang taat, selalu mengenakan kalung salib di setiap konferensi pers.
Jabatan Presiden tersebut terasa janggal jika dibandingkan dengan keyakinan Katolik dan Kristen yang taat di lingkaran dalamnya, terutama Wakil Presiden JD Vance.
Uskup Robert Barron, yang duduk di Komisi Kebebasan Beragama pemerintahan Trump mengatakan serangan Trump terhadap Paus Leo XIV sama sekali tidak pantas dan tidak menghormati dan menyerukan Presiden untuk meminta maaf.
"Saya pikir Presiden berutang permintaan maaf kepada Paus," tulis Barron di X.
Ia menambahkan bahwa para petinggi Katolik di pemerintahan, termasuk Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, seharusnya bertemu langsung dengan para pejabat Vatikan daripada saling melontarkan sindiran di media sosial.
Barron, yang ditunjuk ke komisi tersebut oleh Trump Mei lalu bersama Kardinal Timothy Dolan mengatakan, bahwa ia tetap 'sangat berterima kasih' atas upaya pemerintah menjangkau orang-orang beriman, tetapi teguran dari dalam aparatur keagamaan Trump sendiri sangat jelas.
Dikecam Iran
Kecaman terbuka justru mengalir dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian kepada rekan sejawatnya dari AS itu karena mengkritik Paus Leo.
"Yang Mulia Paus Leo XIV, saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa Iran yang agung, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan bagi Yang Mulia melalui Allah," tulis Pezeshkian dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Senin.
Donald Trump sengaja mengunggah gambaran dirinya di media sosialnya mengenakan pakaian putih dengan selendang merah, tangannya bersinar dengan cahaya ilahi, sambil ia menyembuhkan seorang pasien yang sakit di ranjang rumah sakit sementara seorang tentara, seorang perawat, dan yang lainnya menyaksikan dengan penuh kekaguman.
Unggahan itu diposting pada Minggu malam dan Senin pagi, dan telah memicu reaksi keras dari basis pendukung Trump sendiri.
Mantan sekutu Trump dan anggota Kongres dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene mengatakan, bahwa gambar tersebut bukan hanya penistaan agama tetapi juga roh Antikristus.
Influencer sayap kanan, Riley Gaines mengatakan, Tuhan tidak dapat diperolok-olok. "Saya tidak mengerti mengapa dia memposting itu," katanya.
Sementara itu dalam reaksinya, Paus Leo XIV menyatakan tidak takut pada pemerintahan Trump meski ia diserang dengan kalimat-kalimat yang merendahkannya.
"Saya berbicara tentang Injil, saya akan terus bersuara lantang menentang perang," kata Paus Leo XIV kepada wartawan dalam penerbangan kepausan dari Roma ke Aljir, tempat ia memulai kunjungan 10 hari ke Afrika.
Sebelumnya melalui platform Truth Social miliknya, Trump mengatakan dia tidak menginginkan "seorang Paus yang berpikir tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki Senjata Nuklir.
"Paus Leo lemah dalam hal Kejahatan, dan buruk untuk Kebijakan Luar Negeri," katanya.
Trump menambahkan bahwa, menurut pendapatnya, Leo terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik hanya karena dia orang Amerika. "Jika saya tidak berada di Gedung Putih, Leo tidak akan berada di Vatikan," lanjutnya
Donald Trump sempat membela dengan bermacam-macam dalih yang tidak masuk akal tentang unggahannya yang meggambarkan dirinya sebagai Yesus Kristus, sebelum ia menghapusnya. (*)
Apa Reaksi Anda?