Kopi TIMES Himpun 187 Penulis Bahas Polemik MBG, TIMES Indonesia Tetapkan Tiga Opini Terbaik
187 penulis dari berbagai latar belakang berpatisipasi dalam penulisan opini bertema Makan Bergizi Gratis.
JAKARTA Ajakan menulis opini bertema Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia yang digagas TIMES Indonesia melalui kanal Kopi TIMES mendapat respons luas dari publik. Sebanyak 187 penulis dari berbagai latar belakang turut ambil bagian dalam ruang diskusi berbasis tulisan tersebut.
Para peserta berasal dari kalangan mahasiswa, akademisi, guru, praktisi, peneliti, hingga masyarakat umum yang menyampaikan gagasan kritis sekaligus perspektif solusi terkait dinamika implementasi program MBG di Indonesia.
Ajakan Menulis MBG ini membuka pengiriman naskah pada 1–5 Maret 2026, kemudian dilanjutkan proses kurasi oleh tim redaksi pada 5–6 Maret 2026, dan pengumuman karya terpilih dilakukan pada 6–7 Maret 2026.
Seluruh tulisan yang masuk tetap mendapat apresiasi dari redaksi. Karya-karya tersebut akan dipublikasikan secara berkala di kanal Kopi TIMES, sehingga dapat menjadi bagian dari khazanah literasi publik dalam membahas isu kebijakan gizi nasional.
Dari ratusan tulisan yang masuk, redaksi menetapkan tiga karya terbaik yang dinilai memiliki kekuatan analisis, kedalaman argumentasi, serta menawarkan sudut pandang yang relevan terhadap perdebatan seputar program MBG.
Tiga karya terbaik tersebut adalah:
1. “Menempatkan Ikan dalam Menu MBG” karya Dr. Muhammad Arhan Rajab, S.Pi., M.Si., dosen Sains Lingkungan Kelautan Institut Teknologi Sumatera.
2. “Piring Ajaib Politik Gizi Bangsa” karya Della Gita Van Gobel, dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya.
3. “MBG dari Populis ke Strategis” karya Prima Gandhi, Ketua PPI Jepang 2024–2025 sekaligus mahasiswa pascasarjana Tokyo University of Agriculture (NODAI).
Sebagai bentuk apresiasi, tiga penulis terbaik tersebut akan menerima merchandise eksklusif Kopi TIMES.
Hainor Rahman, Editor Kopi TIMES mengatakan, tingginya partisipasi penulis menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian besar terhadap arah kebijakan publik, khususnya yang berkaitan dengan masa depan generasi muda.
“Program ini kami desain sebagai ruang dialog intelektual melalui tulisan. MBG bukan sekadar program pemerintah, tetapi juga bagian dari upaya membangun kualitas generasi bangsa. Karena itu, penting ada diskusi publik yang sehat, berbasis data, dan menawarkan solusi,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Menurutnya, keberagaman latar belakang penulis membuat diskursus mengenai MBG menjadi semakin kaya. Setiap tulisan menghadirkan perspektif yang berbeda, mulai dari sudut pandang gizi, ekonomi, kebijakan publik, hingga aspek sosial.
“Kami sangat mengapresiasi 187 penulis yang telah berpartisipasi. Semua karya memiliki nilai gagasan yang penting dan akan kami hadirkan secara berkala di Kopi TIMES agar dapat menjadi referensi publik,” kata Hainor.
Ia menambahkan, TIMES Indonesia terus membuka ruang bagi siapa saja yang ingin menulis dan menyampaikan gagasannya di ruang publik melalui program membership penulis Kopi TIMES.
“Bagi masyarakat yang ingin menjadi penulis opini di TIMES Indonesia, kami membuka akses melalui sistem membership. Ini menjadi saluran bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, maupun masyarakat umum untuk mempublikasikan gagasan secara luas,” ujarnya.
Pendaftaran membership penulis dapat dilakukan melalui laman:
https://kopi.times.co.id/
Melalui inisiatif ini, TIMES Indonesia berharap semakin banyak gagasan publik yang lahir dari tulisan bukan sekadar kritik, tetapi juga solusi yang dapat memperkaya arah kebijakan dan pembangunan bangsa.
"Terimakasih atas partisipasinya, mari menulis untuk Indonesia bersama TIMES Indonesia. Kedepan Kopi TIMES akan ada program-program lainnya," ucapnya. (*)
Apa Reaksi Anda?