Stok Susu Terbatas, Dapur SPPG Majalengka Kesulitan Penuhi Program MBG

Dapur SPPG di Majalengka kesulitan pasokan susu kemasan karena pembatasan distributor, sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhambat pemenuhan kebutuhan gizi.

Maret 11, 2026 - 00:30
Stok Susu Terbatas, Dapur SPPG Majalengka Kesulitan Penuhi Program MBG

MAJALENGKA Di balik upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dapur-dapur penyedia program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Majalengka justru menghadapi kendala mendasar. Yakni keterbatasan pasokan susu kemasan. 

Sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengaku kesulitan mendapatkan stok karena adanya pembatasan pembelian dari pihak distributor.

Situasi ini mulai dirasakan oleh beberapa dapur SPPG yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program makan bergizi di daerah. Kebutuhan susu yang seharusnya menjadi komponen penting dalam menu harian kini tidak selalu mudah dipenuhi.

Kepala Dapur SPPG Sukahaji, Feby, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini menghadapi pembatasan pembelian susu kemasan dari distributor. Padahal, kebutuhan susu cukup tinggi untuk mendukung operasional program yang menyasar peningkatan gizi masyarakat tersebut.

Menurutnya, distributor menerapkan kebijakan pembatasan dengan alasan menjaga keseimbangan harga di pasar ritel. Namun kebijakan tersebut justru berdampak langsung pada dapur SPPG yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar.

"Padahal ini program pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat. Tapi kami justru kesulitan membeli susu karena dibatasi oleh distributor dengan alasan pemasaran ritel agar harga tidak timpang," ujar Feby, Selasa (10/3/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan pengelola dapur SPPG Andir, Kecamatan Jatiwangi, Iding. Ia membenarkan bahwa memperoleh susu kemasan dalam jumlah besar saat ini tidak semudah sebelumnya.

Dalam satu minggu, dapur SPPG Andir membutuhkan sekitar 300 karton susu atau setara dengan kurang lebih 1.200 kemasan untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi bagi para penerima manfaat.

"Kebutuhan kami cukup besar setiap minggu. Kalau pasokan dibatasi tentu akan menghambat pelaksanaan program di lapangan," kata Iding.

Para pengelola dapur SPPG berharap distributor susu, khususnya produk Ultra, dapat memberikan kebijakan khusus atau kemudahan distribusi bagi program pemerintah tersebut.

Dengan dukungan pasokan susu yang stabil, program makan bergizi di Majalengka diharapkan dapat berjalan optimal dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow