Kehangatan Ramadan, Teman Difabel Kota Malang Bagikan Buka Puasa Gratis

Di tengah hangatnya suasana Ramadan, rasa kebersamaan dan kepedulian diberikan oleh teman difabel di Kota Malang.

Maret 10, 2026 - 23:30
Kehangatan Ramadan, Teman Difabel Kota Malang Bagikan Buka Puasa Gratis

MALANG Di tengah hangatnya suasana Ramadan, rasa kebersamaan dan kepedulian diberikan oleh teman difabel di Kota Malang. Sebanyak lima teman difabel bersemangat dan antusias membagikan 500 pax takjil dan menu buka puasa di Kota Malang.

Rara Lingga, salah satu penyandang disabilitas yang bergabung dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa ini adalah agenda rutinan mereka. Meskipun bukan komunitas resmi, tetapi rasa persaudaraan dan kesamaan panggilan hati yang membuat mereka melaksanakan aksi terpuji tersebut. 

“Kegiatan ini berangkat dari hati kecil kita, karena memang kita suka berbagi,” ujarnya saat diwawancarai, Selasa (10/3/2026). 

Lingga dan tim terlebih dahulu menggalang donasi dari berbagai pihak. Tak disangka antusiasme masyarakat untuk berdonasi sangat tinggi. Setelah dan yang terkumpul sudah mencukupi, barulah kegiatan ini direalisasikan. 

Selain berbagi kebahagiaan, kegiatan ini juga untuk memberitahu masyarakat bahwa teman difabel memiliki semangat yang sama dalam berkegiatan sosial, terutama di bulan suci Ramadan. 

Kegiatan bagi takjil ini dimulai pukul 17.15 dan berlokasi di depan Gereja Katedral Ijen. Ratusan masyarakat terlihat memadati titik pembagian sesaat setelah takjil tersebut dikeluarkan. Bahkan, beberapa juga sempat tidak kebagian takjil.

Teman-difabel-berbagi-kehangatan-ramadan-a.jpg

Salah satu penerima takjil, Santoso, menyampaikan antusiasmenya dan rasa bersyukurnya karena mendapatkan takjil. Ia pun berharap supaya teman disabilitas dapat terus sukses. 

“Alhamdulillah saya dapat rezeki, harapannya bagi teman-teman difabel semoga sukses terus dan sehat selalu,” imbuhnya dengan antusias.

Selain berbagi takjil, Lingga dan teman difabel lainnya juga turut membagikan sisa hasil donasinya kepada tiga panti asuhan di Kota Malang. 

Lingga juga kerap melakukan aktivitas sosial lainnya seperti membantu teman difabel membeli alat bantu dengan cara menggalang dana. 

Kegiatan ini juga didukung oleh beberapa pihak seperti Wali Kota Malang, notaris PPATK Dimitri, Kombes Pol Budi Hermanto, Gilang Juragan 99, dan masih banyak lagi. 

Terakhir, Lingga juga berpesan bahwa difabel tidak dilahirkan untuk dikasihani, tetapi juga bisa melakukan hal baik bagi masyarakat. 

“Kami mampu seperti orang-orang pada umumnya untuk berbagi meskipun dengan cara kami sendiri,” tuturnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow