KONI Kota Kediri Gelar Tes Parameter, Pantau Kondisi Fisik Ratusan Atlet Puslatkot

KONI Kota Kediri gelar tes parameter untuk memantau kondisi fisik lebih dari 200 atlet puslatkot sebagai evaluasi program latihan.

April 22, 2026 - 20:24
KONI Kota Kediri Gelar Tes Parameter, Pantau Kondisi Fisik Ratusan Atlet Puslatkot

KEDIRI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri menggelar tes parameter untuk mengukur kondisi fisik sekaligus memantau perkembangan atlet yang tergabung dalam program pemusatan latihan kota (puslatkot).

Tes ini merupakan tahap pertama dari dua agenda yang dijadwalkan dalam satu tahun. Anggota Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bimpres) KONI Kota Kediri, Dwinda Abi Permana, menjelaskan bahwa tes tahap awal dilaksanakan pada April, sedangkan tahap kedua direncanakan berlangsung pada Oktober hingga November.

Dwinda menyebutkan, setiap cabang olahraga memiliki metode penilaian yang berbeda, baik dari sisi formulir maupun item pengujian. Penyesuaian tersebut dilakukan sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga.

“Setiap hari dibedakan cabang olahraganya, menyesuaikan kebutuhan. Formulir penilaian berbeda, begitu juga item tesnya,” ujar Dwinda, Rabu (22/4/2026).

Pelaksanaan tes berlangsung selama tiga hari dengan pembagian cabang olahraga yang berbeda setiap harinya. Hari pertama difokuskan pada cabang olahraga permainan seperti sepak bola dan sejenisnya, dilanjutkan dengan cabang seperti barongsai, tenis lapangan, dan catur.

Pada hari kedua, tes diikuti cabang olahraga terukur seperti angkat besi, atletik, hingga angkat berat. Sementara hari terakhir diperuntukkan bagi cabang olahraga tarung.

Dwinda menegaskan, tes parameter ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik atlet secara menyeluruh, dengan indikator yang disesuaikan pada masing-masing cabang olahraga.

“Untuk cabang olahraga permainan, yang diuji antara lain daya tahan, kekuatan otot, kekuatan kaki, dan kekuatan tangan. Sementara pada cabang olahraga terukur tetap fokus pada aspek fisik, namun dengan item yang berbeda,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengamatan sementara, kondisi para atlet dinilai masih berada pada jalur yang sesuai. Mayoritas atlet tetap menjalankan program latihan tanpa penurunan performa yang signifikan.

“Hasilnya nanti akan disampaikan ke KONI sebagai bahan evaluasi program puslatkot tahun ini,” katanya.

Jumlah peserta pada tes parameter tahap pertama ini mencapai lebih dari 200 atlet, terdiri atas 154 atlet puslatkot serta sekitar 90 atlet potensial yang turut dipantau perkembangannya.

“Masih sesuai jalur. Artinya, belum ada indikasi atlet tidak menjalankan latihan,” ungkapnya.

KONI Kota Kediri berharap terdapat peningkatan performa atlet dari tahap pertama menuju tahap kedua. Dwinda menegaskan, hasil tes akan menjadi indikator efektivitas program latihan yang dijalankan.

“Jangan sampai setelah menerima honor puslatkot, atlet tidak menjalankan latihan. Honor tersebut digunakan untuk menunjang kebutuhan, termasuk transportasi selama latihan,” pungkasnya.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow