Ketua HIPMI Sidoarjo: Stabilitas Penegakan Hukum Jadi Fondasi Penting Ekonomi dan Investasi
Ketua BPC HIPMI Sidoarjo Muh Zakaria Dimas Pratama menekankan pentingnya kepastian hukum dan stabilitas nasional demi melindungi pelaku ekonomi, khususnya UMKM.
Ketua BPC HIPMI Kabupaten Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama, mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika penegakan hukum yang saat ini menjadi perhatian publik. Menurutnya, kepastian hukum dan situasi yang kondusif merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan dunia usaha, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dimas menyatakan bahwa HIPMI menghormati Aparat Penegak Hukum (APH) dalam seluruh proses hukum yang sedang berjalan. Pihaknya mendukung setiap institusi penegak hukum untuk menjalankan tugas secara profesional, objektif, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Kami menghormati seluruh proses hukum yang sedang berlangsung. Pada saat yang sama, kami juga mendukung seluruh institusi penegak hukum agar tetap bekerja secara profesional, menjaga integritas, dan mengedepankan kepastian hukum demi kepentingan bangsa," kata Dimas kepada TIMES Indonesia, Senin (13/7/2026).
Menurut Dimas, stabilitas menjadi kebutuhan mendasar bagi dunia usaha. Ketika muncul ketidakpastian yang berkepanjangan, pelaku usaha cenderung menunda berbagai keputusan penting, mulai dari investasi, ekspansi bisnis, hingga perekrutan tenaga kerja.
Ia menilai dampak dari kondisi tersebut justru paling cepat dirasakan oleh pelaku UMKM. Saat kepercayaan pasar menurun, daya beli masyarakat ikut melemah, perputaran uang melambat, dan usaha-usaha kecil menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
"Yang paling cepat merasakan dampaknya bukan perusahaan besar, tetapi justru pelaku UMKM. Ketika kepercayaan pasar menurun, usaha kecil menjadi yang pertama merasakan tekanan," ungkapnya.
Dimas menambahkan, tantangan ekonomi global hingga kini juga belum sepenuhnya mereda. Konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia masih berlangsung, sementara fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat turut memengaruhi biaya produksi serta harga berbagai komoditas.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan iklim yang stabil agar kepercayaan investor tetap terjaga. Menurut Dimas, kepastian hukum merupakan salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya. Semakin baik kualitas penegakan hukum dan kepastian regulasi, semakin besar pula peluang tumbuhnya investasi dan aktivitas ekonomi.
Oleh karena itu, Dimas berharap seluruh elemen bangsa mengedepankan semangat kolaborasi dan menjaga kepercayaan publik. Baginya, setiap institusi negara memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam menciptakan rasa aman sekaligus memastikan roda perekonomian terus bergerak.
"Yang dibutuhkan masyarakat hari ini adalah rasa aman, kepastian, dan optimisme. Ketika semua institusi dapat menjalankan perannya dengan baik, pelaku usaha akan lebih percaya diri untuk berinvestasi, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi daerah maupun nasional," tegasnya.
Dimas juga menekankan bahwa sinergi antarlembaga negara akan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha, baik bagi investor domestik maupun investor asing. Menurutnya, stabilitas nasional merupakan modal penting untuk menjaga daya saing Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Kami percaya seluruh institusi negara memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga kepentingan bangsa dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ketika stabilitas terjaga, dunia usaha akan lebih percaya diri untuk berinvestasi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," tuturnya.
Dimas berharap seluruh pihak dapat terus menjaga persatuan serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan lainnya.
"Pada akhirnya, yang diharapkan masyarakat adalah Indonesia tetap kondusif, hukum ditegakkan secara adil, investasi terus tumbuh, dan ekonomi rakyat, khususnya UMKM, tetap bergerak. Itu merupakan kepentingan bersama yang harus kita jaga," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?