Kemenag Kalteng Ajak Pemda Bersinergi Bantu MTs Darul Ulum Palangka Raya yang Terdampak Kebakaran
Gedung Mts di Gang Sari 45, Jalan dr. Murjani, Kota Palangka Raya itu kini menyisakan dinding menghitam dan atap yang sebagian ambruk usai dilalap si jago merah.
PALANGKARAYA - Aroma arang dari puing-puing material yang terbakar masih tercium kuat saat Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah (Kemenag Kalteng), H. Muhammad Yusi Abdhian, melangkah memasuki halaman Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ulum Palangka Raya, Minggu (12/7/2026) siang.
Gedung dua lantai bermateraial kayu yang berdiri kokoh di kawasan Gang Sari 45, Jalan dr. Murjani, Kota Palangka Raya itu kini menyisakan dinding menghitam dan atap yang sebagian ambruk usai dilalap si jago merah.
Yusi datang bersama jajaran Bidang Pendidikan Madrasah dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palangka Raya untuk melihat langsung kondisi bangunan yang notabene baru saja rampung dibangun lewat program bantuan pusat.
"Padahal ini baru saja mendapatkan fasilitasi pembangunan baru. Kemarin baru bulan Juni kita serah terima dari proyek program PHTC," ujar Yusi sembari menatap bangunan yang kini rusak sebagian.
Berjalan menyusuri lorong sekolah, Yusi memeriksa satu per satu sisi bangunan yang terdampak.
Ia mendapati kerusakan paling parah terjadi di lantai dua, tepat di bagian yang paling dekat dengan titik awal munculnya api, mulai dari dinding samping hingga atap bangunan.
Namun ada kabar baik, yakni, struktur di lantai bawah masih relatif kokoh berdiri, berkat material kayu ulin yang dikenal tahan lama.>
"Yang di atas, yang mengarah ke asal muara api itu agak parah dampaknya. Namun sepertinya masih bisa direnovasi, tidak terlalu berat," katanya.
Dari hasil pengamatannya, Yusi memperkirakan kerugian akibat kebakaran ini mencapai sekitar 30 persen dari total nilai bangunan, mengingat material kayu yang digunakan justru punya biaya konstruksi lebih tinggi dibanding beton.
Di tengah keterbatasan skema anggaran reguler Kemenag pusat yang sudah masuk tahap pembahasan tahun berjalan, Yusi berharap uluran tangan bisa datang lebih cepat dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi untuk penanganan darurat pasca-kebakaran ini.
"Kami akan berkolaborasi dengan pihak Pemkot ataupun Pemprov, apa yang bisa kita sinergikan untuk mendukung keberlangsungan lembaga pendidikan ini," ujarnya.
Karena berstatus madrasah swasta di bawah naungan yayasan, urusan teknis penanganan di lapangan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak yayasan, dengan Kemenag berperan memberikan pendampingan.
Sebagai solusi sementara agar proses belajar tak berhenti total, siswa MTs Darul Ulum rencananya akan memanfaatkan ruang-ruang kelas dari jenjang pendidikan lain yang berada dalam satu lingkungan yayasan, seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA), dengan skema jadwal belajar bergantian.
"Mereka sudah punya pengalaman. Dulu waktu gedung ini dibangun, mereka juga melakukan sinergi pemanfaatan ruang seperti itu," tandas Yusi.
Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kakanwil Kemenag Prov Kalteng itu menegaskan prioritas utama saat ini adalah memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar di tengah kondisi darurat, sembari menunggu proses perbaikan gedung berjalan. (*)
Apa Reaksi Anda?