Kemenhub Siapkan 36.660 Armada Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan menyiapkan 36.660 armada transportasi untuk melayani mudik Lebaran 2026 serta melakukan pemeriksaan kelaikan guna menjamin keselamatan perjalanan masyarakat.

Maret 7, 2026 - 15:00
Kemenhub Siapkan 36.660 Armada Transportasi untuk Mudik Lebaran 2026

JAKARTA Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah menyiapkan total 36.660 armada transportasi dari berbagai moda untuk melayani kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.

“Kami siapkan semua unit sarana maupun prasarana. Unit sarananya mulai dari kendaraan bus, kapal feri, pesawat, hingga kereta api,” kata Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Armada tersebut terdiri dari sekitar 31.300 unit bus yang akan melayani perjalanan darat masyarakat menuju berbagai daerah tujuan mudik di Pulau Jawa maupun wilayah lainnya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 841 kapal laut serta 254 kapal feri penyeberangan untuk mendukung mobilitas penumpang antar pulau selama periode angkutan Lebaran.

Pada sektor transportasi udara dan perkeretaapian, Kementerian Perhubungan menyiapkan sekitar 372 pesawat serta 3.893 gerbong kereta api guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat.

“Kita menyiapkan sarananya agar bisa mengakomodir masyarakat yang akan mudik,” ujar Dudy.

Selain menyiapkan armada, Kementerian Perhubungan juga melakukan pemeriksaan kelaikan terhadap seluruh moda transportasi yang akan digunakan selama periode mudik Lebaran.

Pemeriksaan dilakukan melalui sejumlah instrumen pengawasan seperti ramp check dan surveillance untuk memastikan setiap armada berada dalam kondisi aman dan layak operasi.

Menurut Dudy, pemeriksaan tersebut sebenarnya telah dimulai sejak periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dan terus dilanjutkan menjelang musim mudik Lebaran.

Pemerintah menargetkan seluruh pemeriksaan selesai sebelum arus mudik dimulai agar sarana transportasi benar-benar siap digunakan oleh masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem pengawasan operasi angkutan Lebaran berbasis digital yang terintegrasi dengan berbagai simpul transportasi.

Sistem pemantauan tersebut mencakup terminal, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, hingga lintas penyeberangan yang menjadi titik utama pergerakan masyarakat.

Melalui sistem ini, pemerintah dapat memantau kondisi lapangan secara real time serta mengambil keputusan secara cepat jika terjadi kepadatan atau gangguan operasional.

Pemantauan dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Korps Lalu Lintas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Untuk mendukung pengawasan tersebut, Kemenhub telah mengintegrasikan sekitar 7.100 kamera pemantau atau CCTV serta menyiapkan pemantauan udara menggunakan sekitar 60 drone di 80 titik strategis.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan memproyeksikan pergerakan penumpang Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang, sedikit menurun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 146,4 juta orang.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 16 dan 18 Maret 2026. Pemerintah juga mengusulkan kebijakan work from anywhere (WFA) untuk membantu mengurangi kepadatan arus mudik, yang telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.

Adapun untuk arus balik Lebaran, pemerintah mengusulkan penerapan WFA pada 25, 26, dan 27 Maret 2026 setelah masa cuti bersama Idul Fitri berakhir.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow