Kebun Binatang Se-Indonesia Diminta Perketat SOP dan Siap Hadapi Lonjakan Pengunjung
Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) mengeluarkan surat edaran kepada seluruh lembaga konservasi anggotanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 144
BATU Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) mengeluarkan surat edaran kepada seluruh lembaga konservasi anggotanya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Himbauan tersebut disampaikan guna memastikan keamanan, kenyamanan pengunjung serta kesejahteraan satwa selama periode kunjungan yang diprediksi meningkat.
Ketua Umum PKBSI, Rahmat Shah membenarkan informasi tersebut. Pihaknya memang sudah mengeluarkan surat edaran tertanggal 4 Maret 2026 supaya pengelola kebun binatang harus memperketat pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) serta standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Selain itu, pengelola juga diminta melakukan pemeriksaan berkala terhadap fasilitas kandang maupun sarana prasarana bagi pengunjung.
"Pelaksanaan SOP dan standar K3 harus dilakukan secara ketat serta memastikan seluruh fasilitas kandang dan sarana pengunjung dalam kondisi baik. Jika ditemukan kerusakan, agar segera dilakukan perbaikan," jelasnya, Sabtu (7/3/2026).
PKBSI juga memberikan apresiasi kepada seluruh lembaga konservasi yang selama ini dinilai telah bekerja keras merawat satwa sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Namun menjelang masa liburan, kesiapan operasional dinilai perlu semakin ditingkatkan.
"Pengelola kebun binatang kami minta menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM di sekitar lokasi wisata. Langkah ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian lokal sekaligus memenuhi kebutuhan pengunjung selama berwisata," urainya.
Selain itu, lembaga konservasi diminta menyiapkan prosedur mitigasi bencana alam maupun non alam dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Informasi mengenai prosedur keselamatan hingga panduan bagi pengunjung disarankan disampaikan melalui flyer yang dibagikan saat masuk area wisata.
"Kita juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendukung seperti rest area yang memadai, lahan parkir yang cukup, serta informasi yang jelas mengenai jam operasional, aturan khusus, dan kegiatan yang digelar selama libur lebaran," tegasnya.
Lonjakan jumlah wisatawan juga harus diantisipasi dengan menambah tenaga kerja sesuai kebutuhan. Hal ini bertujuan menjaga kualitas pelayanan sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung selama berada di area kebun binatang.
"Pengelola juga diimbau menerapkan prinsip wisata berkelanjutan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menyediakan tempat sampah yang cukup, serta menambah petugas kebersihan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan," terangya.
Selain pelayanan kepada pengunjung, PKBSI mengingatkan pengelola lembaga konservasi untuk tetap memperhatikan kesejahteraan pekerja, termasuk memenuhi kewajiban pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sesuai ketentuan pemerintah.
"Kita berharap seluruh kebun binatang dan lembaga konservasi dapat menjaga reputasi sebagai destinasi wisata edukatif yang ramah lingkungan, aman, serta tetap menjamin kesejahteraan satwa koleksi selama masa libur lebaran," tutupnya. (*)
Apa Reaksi Anda?