Keluarga Pastikan Aisyah Ar-Rumy Aman di Dubai Meski Situasi Geopolitik Meningkat
Keluarga memastikan Aisyah Ar-Rumy, pelajar asal Kabupaten Malang, dalam kondisi aman di Dubai meski terjadi peningkatan tensi geopolitik dan penutupan bandara sementara.
MALANG Kondisi Aisyah Ar-Rumy, pelajar asal Kabupaten Malang yang tengah berada di Dubai untuk mengikuti ajang internasional, dipastikan dalam keadaan aman. Kepastian tersebut disampaikan pihak keluarga di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ayah Aisyah, M. Qowiyul Huda, mengatakan dirinya bersama keluarga berada di zona aman meski sempat mendengar suara ledakan cukup keras.
“Alhamdulillah kami sekeluarga dalam keadaan baik dan di zona aman. Minta doanya semoga cepat normal kembali,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia mengakui dentuman tersebut sempat menimbulkan kepanikan. Namun, setelah memastikan lokasi mereka berjarak cukup jauh dari sumber suara, keluarga berupaya tetap tenang.
“Sempat panik karena suara dentuman kencang sekali, tapi jarak dari tempat kami tinggal lumayan jauh. Sebenarnya acaranya nanti malam, tapi ini ditunda sampai kondisinya aman,” katanya.
Saat ini, pemerintah setempat menetapkan status siaga tiga. Aktivitas masyarakat masih diperbolehkan berjalan dengan sejumlah pembatasan, termasuk penutupan sementara operasional bandara.
“Sekarang diberlakukan siaga tiga dan masih diperbolehkan beraktivitas seperti biasa, cuma bandara masih ditutup sampai kondisi kondusif,” jelasnya.
Penutupan bandara tersebut berdampak pada jadwal kepulangan keluarga yang semula direncanakan pada 3 Maret 2026. Kepastian waktu kembali ke Indonesia masih menunggu situasi benar-benar aman.
“Rencana awal tanggal 3, tapi dengan kondisi sekarang belum bisa dipastikan. Karena pihak Dubai ingin memastikan kami bisa pulang dalam kondisi aman,” tambahnya.
Di Indonesia, keluarga besar terus memantau perkembangan dan menjaga komunikasi intensif. Paman Aisyah, Taufiq Saguanto, memastikan seluruh anggota keluarga yang berada di Dubai dalam kondisi baik.
“Baik-baik semua. Mamanya Aisyah, adik saya, Maisharoh Cholilah Saguanto. Minta didoakan di Dubai aman. Itu saja yang penting,” ucapnya.
Diketahui, Aisyah berangkat ke Dubai pada 19 Februari 2026 untuk mewakili Indonesia dalam kompetisi internasional. Di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil, keluarga berharap kondisi segera pulih agar agenda dapat kembali berjalan dan kepulangan mereka ke Indonesia berlangsung lancar.(*)
Apa Reaksi Anda?